Bogor, 24-09-2017       English Version


Bursa Hewan Qurban (BHQ) yang merupakan kegiatan rutin Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak). Tahun 2017 adalah  BHQ ke-18 yang dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 23 Agustus 2017 – 1 September 2017. Kegiatan ini merupakan kerjasama Puslitbangnak dengan Dinas Pertanian Kota Bogor.  BHQ dibuka secara resmi tanggal 26 Agustus 2017 oleh  Kepala Balitbangtan yang diwakili oleh Kepala Puslitbangnak Dr. Atien Priyanti menyampaikan Balitbangtan telah menghasilkan aneka teknologi yang mendukung keberlanjutan dan tercapainya swasembada protein asal hewan.

Sambutan Walikota Bogor disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Bogor Drs. Irwan Rianto, MSi menyampaikan keinginannya untuk memudahkan pemeriksaan kesehatan. Diharapkan tahun yang akan datang  diminta supaya ada bursa hewan qurban setiap kecamatan. Disampaikan juga bahwa tahun 2001 di Bogor pernah ada penyakit Antrax namun hingga hari ini Kota Bogor bebas dari Antrax. Pemerintah Kota Bogor mendukung BHQ dengan menjamin kesehatan hewan qurbansehingga dagingnya aman untuk dikonsumsi.

BHQ diikuti oleh 20 peternak  yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan jumlah ternak kurang lebih 500 ekor yang terdiri dari kambing, domba dan sapi. Keunggulannya BHQ adalah pemeriksaan kesehatan hewan qurba oleh dokter hewan dari Balai Besar Penelitian Veteriner (BBlitvet) dan Dinas Pertanian Kota Bogor sehingga ternak yang dibeli di BHQ sudah bersertifikat sehat. Bersamaan dengan acara BHQ dilaksanakan juga pameran inovasi teknologi Balitbangtan dan juga baazar.

Dalam rangkaian pembukaan dilakukan juga penyematan tanda penjual hewan qurban kepada Bapak A. Johar dan Ibu Hj. Sukar serta penyematan tanda pengenal pemeriksa kesehatan hewan.  Solihin Farm mendapat hadiah berupa bibit domba hasil penelitian Barbados cross sebagai tanda loyalitas mengikuti BHQ hingga 18 kali. (REP)

Galeri Foto Kegiatan

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional