Bogor, 23-11-2017       English Version


Hamparan sagu liar di Indonesia memiliki luas 1,6 juta hektar, dari luasan tersebut dapat diproduksi sagu sebanyak 15 juta ton karena setiap batang sagu menghasilkan 200 kg. dalam proses pengolahan tepung sagu diperoleh tepung dan ampas sagu dengan perbandingan 1: 6. Berdasarkan proporsi tersebut jumlah ampas sagu yang dihasilkan sebanyak 245.000 ton/hari. Kandungan zat nutrisi yang terdapat pada limbah sagu seperti; protein kasar sebesar 3,36%, NDF 67,40%, ADF 42,11 dan energi kasar 3.738 Kkal/kg, relatif sebanding dengan zat nutrisi rumput.

Limbah pengolahan sagu termasuk kategori limbah basah (wet by-products) karena masih mengandung kadar air 75-80%, sehingga dapat rusak dengan cepat apabila tidak segera diproses. Perlakuan melalui pengeringan (dijadikan dalam bentuk tepung) dan digunakan sebagai campuran pakan kambing merupakan teknologi alternatif, sehingga produk tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih efisien. 20 ekor kambing jantan Boerka fase pertumbuhan (umur 9-10 bulan) dengan bobot badan berkisar antara 11-13 kg digunakan dalam percobaan untuk mempelajari pengaruh pemamfaatan ampas sagu sebagai campuran pakan komplit kambing Boerka fase pertumbuhan.

Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan pakan dan 5 ulangan. Ternak secara acak dialokasikan kedalam perlakuan pakan yang terdiri dari 0, 20, 30 dan 40% taraf tepung ampas sagu dalam campuran pakan. Semua perlakuan pakan mempunyai kandungan protein kasar 12% dan DE 2,8 Kkal/kg. Pemberian pakan sebanyak 3,8% dari bobot hidup berdasarkan bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi bahan kering, bahan organik dan N, kecernaan bahan kering, bahan organik, NDF dan ADF, pertambahan bobot hidup serta in come over feed cost tidak dipengaruhi oleh perlakuan pakan (P>0,05). Pertambahan bobot hidup harian dan efisiensi penggunaan pakan cenderung mengalami penurunan dengan meningkatnya taraf tepung ampas sagu dalam campuran pakan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tepung ampas sagu dapat digunakan sampai taraf 40% dalam campuran pakan pelet komplit kambing, sekaligus merupakan bahan pakan alternatif untuk menggantikan sumber energi dan serat pada komponen pakan.

Sumber : Loka Penelitian Kambing Potong

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID