Bogor, 23-11-2017       English Version


Pengawetan atau preservasi semen merupakan upaya manusia memperpanjang daya hidup dan fertilisasi spermatozoa sehingga masa pakai semen tersebut dapat lebih lama. Teknologi semen cair merupakan salah satu cara pengawetan semen yang dilakukan untuk keperluan penyimpanan singkat pada temperatur 5 °C. Teknologi ini dapat digunakan sebagai alternatif pilihan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pejantan dan mendukung penyebaran bibit berkualitas.

Keuntungan Semen Cair:

  • Pembuatan lebih praktis, cepat dan ekonomis dibandingkan proses pembekuan (kriopreservasi) semen pada temperatur -196 °C dengan N2 cair.
  • Semen cukup disimpan pada lemari es atau tempat yang bertemperatur 5 °C dengan daya hidup spermatozoa hingga 7-10 hari.
  • Konsentrasi spermatozoa yang dibutuhkan per inseminasi lebih sedikit dibanding semen beku sehingga produksi straw per ekor pejantan lebih banyak.
  • Mempermudah pelaksanaan inseminasi buatan di lapangan karena tidak diperlukan N2 cair, cukup disimpan di dalam thermos es bertemperatur 5oC.

Cara Pembuatan:

  1. Penampungan semen menggunakan vagina buatan
  2. Evaluasi kualitas semen dengan syarat konsentrasi spermatozoa >750 juta/cc, sperma hidup (=70%), dan gerakan massa = (++)
  3. Penambahan pengencer kedalam semen dengan perbandingan 1:1
  4. Kemas semen yang sudah diencerkan kedalam straw
  5. Lakukan penurunan suhu dari 37 °C ke 5 °C pada lemari es

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID