Bogor, 21-11-2017       English Version


Kambing Boerka adalah hasil persilangan antara kambing Boer dengan kambing kacang.. Kambing ini memiliki keunggulan dengan bobot tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan kambing lokal dan potensial untuk dikembangkan di Indonesia.

Kambing Boerka dapat dikenali dari tubuhnya yang lebar, panjang, dalam, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, berkepala warna coklat kemerahan atau coklat muda hingga coklat tua.

Kambing ini memiliki banyak keunggulan: mudah dipelihara dengan sistem ekstensif, semi-intensif, atau intensif, mudah beradaptasi dengan kondisi tropis-basah di Indonesia, Bobot badan lebih tinggi dibandingkan dengan kambing kacang. Dapat berreproduksi sepanjang tahun dan dapat dikembangkan secara tradisional maupun komersil.

Bobot lahir kambing ini 2,42 kg/induk/kelahiran, sedangkan bobot sapih 9,08 kg/induk/kelahiran. Umur  6 bulan bobotnya bisa mencapai 14 kg dan pada umur 12 bulan bobotnya 24,9 kg. Setelah lepas sapih pertumhunannya 64 - 98 gram/hari.  Jumlah anak sekelahiran 1,6 ekor/induk dengan produktivitas induk 21 kg/induk/tahun.


Info lengkap: Loka Penelitian Kambing Potong

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID