Bogor, 21-11-2017       English Version


Tim Puslitbangnak yang terdiri dari Dr. Drh. RM Abdul Adjid (Peneliti Utama BB Litvet), Fitra Aji Pamungkas, S.Pt, M.Si (Kasubbid PHP Puslitbangnak), Priyono, S.Pt, M.Si (Peneliti Puslitbangnak) telah melaksanakan Kegiatan Baseline Survei dan Penerapan Inovasi Teknologi Peternakan pada Lokasi Demfarm Upsus Siwab di Jawa Tengah. Tim ini didampingi oleh Ir. Budi Utomo, M.Si dan Drh. Heri Kurnianto (Peneliti BPTP Jawa Tengah). Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 13 – 14 Juli 2017 di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.

Baseline survei di Kelompok Tani Ternak (KTT) Seto Joyo dilakukan pada 27 orang anggota dari total 50 orang yang hadir (KTT Seto Joyo dan KTT lain di sekitar lokasi). Desa Woro merupakan wilayah dimana KTT Seto Joyo berada yang sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah sebagai kawasan sumber bibit sapi PO di Kabupaten Rembang. Kepemilikan sapi PO anggota rata-rata 1-2 ekor/peternak yang dikandangkan secara individu di belakang/samping rumah masing-masing anggota.

Hampir semua induk betina dikawinkan dengan cara IB menggunakan straw pejantan sapi PO. Jarak beranak rata-rata > 14 bulan dengan service per conception sebanyak 1-2 kali,  ternak sapi induk sudah dapat bunting.

Pakan sapi PO bersumber dari rumput alam di wilayah Desa Woro dan sekitarnya dengan penambahan rumput gajah. Jumlah pemberian rata-rata sebanyak 20 kg/ekor/hari. Saat musim kemarau peternak memberikan jerami padi sebagai stok pakan sapi yang akan diberikan untuk subtitusi maupun melengkapi hijauan pakan yang ada.

Sebagai sumber protein dan energi diberikan tambahan pakan bekatul dengan jumlah pemberian ≤ 1 kg/ekor/hari. Di Lokasi tidak ditemukan kasus penyakit hewan yang endemik. Beberapa penyakit yang dijumpai hanya skabies dan bloat ringan. Peternak akan menjual sapi pedet tergantung dengan kebutuhan dengan harga jual relatif sama untuk wilayah Kab Rembang. Namun, di daerah ini pernah ada pedet yang mampu dijual seharga 14 juta/ekor karena performans yang baik dari pedet tersebut. (REP)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID