Bogor, 25-09-2017       English Version


Ditinggal induknya karena mati sejak lahir, menjadikan Centini lebih dekat dengan anak kandang yang mengurusnya. Apa-apa yang dimakan dan diminum anak kandang juga dinikmati olehnya. Hal ini membuat Centini suka memakan biskuit, permen, dan kopi dingin (selain pakan intinya - hijauan dan konsentrat).

Selain itu, kedekatan dengan anak kandang ini menjadikan kambing jenis peranakan etawa (PE) umur delapan bulan ini penurut dan ramah terhadap orang-orang yang ditemuinya.

Hal ini terlihat saat kunjungan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr M Syakir dan rombongan kemarin di Klaster Peternakan Penas XV Tahun 2017 di Banda Aceh.

Terlihat saat kunjungan tersebut, Centini ikut bagian dalam kerumunan dan mencuri perhatian. Banyak pengunjung yang tertarik dengan Centini dari foto bersama bahkan ikut memberikan makanan yang dibawa pengunjung untuk Centini.

Jenis kambing PE merupakan unggulan penghasil susu yang asalnya dari Jawa Tengah. Jenis ini lebih dikenal sebagai penghasil susu.

Kambing PE merupakan kambing hasil persilangan kambing etawa (kambing jenis unggul dari India) dengan kambing kacang (kambing asli Indonesia).

Kambing PE dapat beradaptasi dengan kondisi iklim Indonesia, mudah dipelihara dan merupakan ternak jenis unggul penghasil daging juga susu. Produksi daging kambing PE lebih tinggi dibandingkan kambing kacang.

Galeri Foto Kegiatan

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional