Bogor, 23-11-2017       English Version


Selain menampilkan kambing Boerka di Geltek Peternakan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) melalui Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) menyediakan Klinik Kesehatan Hewan dimana menampilkan inovasi-inovasi kesehatan hewan berupa: (1) Pengendalian Kolibasilosis Neonatal Sapi (vaksin VTEC + ETEC); (2) Pengendalian penyakit keguguran pada sapi (FelisaVet Brucella, Antigen Rose Bengal Test dan Vaksin Infectious Bovine Rhinotracheitis); (3) Pengendalian penyakit Surra (Surelisa Kit Te); dan (4) Pengendalian penyakit Toxoplasmosis (To-Mat Kit-Tg). Selama pelaksanaan Geltek, tidak sedikit pengunjung yang berdiskusi dengan peneliti yang berjaga, baik menjelaskan produk yang ada ataupun memberikan solusi terkait kesehatan ternak yang menjadi kendala para peternak.

Sementara itu, Loka Penelitian Kambing Potong (Lolitkambing) selain menampilkan kambing Boerka yang digembalakan, juga menampilkan beberapa hijauan pakan seperti: (1) Rumput Ruzi (Brachiaria ruziziensis); (2) Rumput Gajah Kerdil (Pennisetum purpureum cv. Mott); (3) Paspalum gueonarum; (4) Indigofera sp; dan (5) Murbei, Bibit rumput Gajah Kerdil dan Brachiaria ruziziensis, serta benih Indigofera sp banyak diminita pengunjung untuk ditanam kembali sebagai pakan ternaknya. Hal ini terlihat dengan habisnya ketersediaan bibit kedua rumput tersebut di hari pertama pembukaan Penas (6/5). Sementara untuk benih Indigofera sp diberikan kepada pengunjung yang berasal dari luar pulau dan meninggalkan nomor kontaknya, untuk dapat dimonitor kembali apakah berkembang dengan baik atau tidak.

Selain itu, contoh pembuatan pakan komplit banyak diminati pengunjung terutama para peserta petani/peternak Penas KTNA XV. Lolitkambing tiap harinya dapat menghasilkan 1 ton pakan komplit dengan harga yang sangat murah (Rp. 1.000/kg – harga ini tergantung dari harga masing-masing bahan penyusun di tiap daerah) dengan kandungan PK 14% dengan menghasilkan PBBH 80-100 g/ekor/hari pada ternak kambing pada masa pertumbuhan. Adapun komposisi pakan komplit tersebut yaitu:

No

Bahan pakan

(%)

Komposisi 1 ton

1

Bungkil Inti sawit (termaksud transport)

21,5

215

2

Pelepah sawit (transport dan upah kerja)

25,0

250

3

Solid (transport)

15,0

150

4

Indigofera (transport, upah kerja dan perawatan kebun)

31,0

310

5

Bungkil kedelai

4,0

40

6

Molases

3,0

30

7

Ultra mineral

0,2

2

8

kalsium (tepung kerang)

0,1

1

9

Urea

0,1

1

10

Garam

0,1

1

11

Pencampuran pakan dan operasional mesin

 

1.000

 

Jumlah

100

 

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID