Bogor, 24-10-2017       English Version


Peringatan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XV tahun 2017 bertema " Memantapkan Kelembagaan Tani Nelayan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam Rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia ". Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6-11 Mei 2017, di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Negara, Menteri Pertanian serta menteri Kabinet Kerja, Gubernur Aceh, Wali Nanggroe Aceh, Pejabat Pemerindah Daerah Tingkat I dan II Provinsi Aceh, Ketua Komisi IV DPR RI, Anggota DPR RI, Perwakilan Duta Besar Negara Sahabat, Gubernur, Walikota dan Bupati seluruh wilayah Indonesia, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Koperasi dan UKM, Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, BUMN dan Swasta Mitra Kerja KTNA, Ketua Umum Organisasi Petani-Nelayan dan Petani Hutan, Ketua DPRD Provinsi dan Kabupaten se-Indonesia, Para Petani Nelayan dari ASEAN dan Jepang, serta peserta Penas KTNA XV
Gubernur Provinsi Aceh, Dr. Zaini Abdullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan data BPS, nilai tukar petani Provinsi Aceh terus mengalami kenaikan hingga bulan April 2017 pada berbagai sektor, baik pertanian, perkebunan maupun perikanan. Dengan kenaikan yang terjadi ini menjadikan pemerintah Provinsi Aceh bersemangat meningkatkan sektor pertanian dan perikanan guna menjadikan Aceh sebagai lumbung pangan nasional. Selain itu, Provinsi Aceh juga siap menjadi gerbang utama sektor pertanian dan perikanan di ujung Pulau Sumatera Indonesia. Sementara itu, Ketua Umum KTNA, Bapak Winarno Tohir menyampaikan dalam sambutannya terdapat 10 poin kesepakatan antara Kementerian Pertanian dengan KTNA. Salah satu isi poin tersebut yaitu menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045.


Penas KTNA XV dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo pada Sabtu, 6 Mei 2017. Presiden yang mengenakan kemeja putih dipadu dengan celana hitam memukul tambo sebagai tanda dibukanya Penas KTNA XV. Presiden menyampaikan bahwa sangat bahagia dan menunggu untuk bias hadir dan bertemu dengan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Ia mengatakan jika tidak ada petani dan nelayan yang bekerja keras maka masyarakat tidak akan mendapat bahan pangan. Presiden juga meminta sejumlah petani jagung dan kakao untuk menyampaikan capaian sehinga dapat dijadikan motivasi bagi petani lainnya.


Keikutsertaan Puslitbangnak dalam Geltek Penas KTNA XV yang dikelola bersama dengan Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Loka Penelitian Kambing Potong (Lolitkambing) dan BPTP Aceh pada Kluster Peternakan seluas 1,5 ha, menampilkan produk unggulan hasil inovasi berupa kambing Boerka, domba komposit Garut, berbagai jenis hijauan pakan, inovasi produk veteriner yang dikemas dalam bentuk klinik hewan dan berbagai informasi hasil inovasi lain dalam bentuk leaflet yang dibagikan kepada pengunjung. BB Litvet bertanggung jawab pada Klinik Hewan, menampilkan inovasi kesehatan hewan berupa: (1) Pengendalian Kolibasilosis Neonatal Sapi (vaksin VTEC + ETEC); (2) Pengendalian penyakit keguguran pada sapi (FelisaVet Brucella, Antigen Rose Bengal Test dan Vaksin Infectious Bovine Rhinotracheitis); (3) Pengendalian penyakit Surra (Surelisa Kit Te); dan (4) Pengendalian penyakit Toxoplasmosis (To-Mat Kit-Tg). Selain menampilkan inovasi-inovasi tersebut, juga melayani pertanyaan-pertanyaan dari pengunjung yang ingin berkonsultasi mengenai kesehatan ternak. Lolitkambing menampilkan kambing Boerka dan berbagai jenis hijauan pakan ruminansia seperti: (1) Rumput Ruzi (Brachiaria ruziziensis); (2) Rumput Gajah Kerdil (Pennisetum purpureum cv. Mott); (3) Paspalum gueonarum; (4) Indigofera sp; dan (5) Murbei, serta menampilkan komposisi pembuatan pakan komplit untuk kambing. Selain itu, ditampilkan juga domba Komposit Garut dari Balitnak yang merupakan hasil persilangan antara domba Garut dengan domba St. Croix.


Penas tahun ini diharapkan menjadi momentum terbaik kebangkitan dan masa depan petani nelayan dengan potensi, produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang berdaya saing demi meningkatkan kedaulatan pangan, kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan.

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID