Bogor, 21-11-2017       English Version


Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo membuka acara Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas-KTNA) XV di Aceh, Sabtu 6 Mei 2017, di stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh.

Presiden bersama istri Iriana Joko Widodo, didampingi menteri pertanian Andi Amran Sulaiman serta Gubernur Aceh tiba di arena pembukaan pada 10.15 WIB.

Tiba di Aceh Jokowi disambut gembira oleh 35.000 peserta penas petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

Dalam pembukaan Penas, Jokowi turut memberikan penghargaan kepada bupati/walikota dan para petani yang telah berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Selain itu, ia juga menyaksikan alat mesin tiga fungsi karya anak bangsa.

Presiden Jokowi juga turut menghibur para peserta dengan meminta para petani untuk naik ke atas pentas dan menjelaskan soal perkembangan padi dan kakao.

Pantauan mediaaceh.co, para peserta tampak antusias ingin naik dan berdiri di samping Bapak Jokowi bahkan saling berebut.

Setiba di atas panggung bersama dengan para peserta, Bapak Jokowi melontarkan sejumlah pertanyaan kepada mereka terkait hasil perkembangan jagung serta kakao.

"Ayo... jelaskan pak, gimana perkembangan jagung saat ini. Gimana harganya, apa perubahan yang dialami dari sebelumnya" tanya Bapak Jokowi.

Tanya jawab antara Jokowi dan peserta itu turut menjadi tontonan dan tawaan karena aksi lucu yang kerap ditampilkan oleh peserta saat menjawab pertanyaan Bapak Jokowi.

Dalam sambutannya, Jokowi meminta agar seluruh masyarakat Indonesia menghargai profesi tani. Karena dengan adanya petani semua masyarakat indonesia saat ini bisa makan enak.

"Coba kalau nggak ada petani dan nelayan, bagaimana kita mau makan nasi dan juga ikan."

Selain itu, Jokowi mengaku telah menunggu lama kegiatan penas ini. Jokowi mengaku sudah lama ingin bertemu dengan para nelayan dan petani dari seluruh indonesia berkumpul.

"Ini memang sudah lama saya tunggu, hidup tani dan nelayan".

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID