Bogor, 21-11-2017       English Version


JAKARTA – Untuk menghidupkan kembali pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan yang dimulai dari keluarga, Kementerian Pertanian menggandeng Tim Penggerak PKK (TP PKK) dalam program “Gerakan Peran Serta Masyarakat dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga Indonesia”.

Gerakan yang dicanangkan secara serentak di 11 Provinsi termasuk DKI Jakarta ini diawali dengan telekonferensi antara Menteri Pertanian dengan perwakilan TP PKK 10 Provinsi di Kantor Pusat Balitbangtan Jakarta, Senin (10/4/2017).

Dalam Telekonferensi tersebut, secara simbolis Mentan menyerahkan bantuan kepada TP PKK di 11 Provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Bantuan yang diserahkan berupa bibit cabai, bawang, sayuran, buah, ayam petelur, kultivator dan hand traktor. “Saya berterima kasih kepada ibu-ibu PKK dan organisasi wanita lainnya, karena gerakan masif yang dilakukan berhasil membuat harga cabai turun” ujar Mentan.

Mentan melanjutkan bahwa pada tahun depan, anggaran untuk bantuan kegiatan seperti ini akan ditambah. “Untuk tahun 2018, anggaran untuk bantuan kegiatan ini akan bertambah dua kali lipat menjadi 200 milyar, khusus untuk bibit” tambah Mentan.

Terpisah, Ketua TP PKK Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dalam telekonferensi dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah mengatakan bahwa pemanfaatan pekarangan sekecil apapun harus dilakukan untuk mendukung kebutuhan keluarga serta mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“kegiatan ini jangan dipandang sempit, tapi harus dilihat multi fungsi, jadi harus dioptimalkan dengan baik untuk ketahanan keluarga.” Lanjut Ketua TP PKK.

Balitbangtan sendiri mendukung penuh gerakan ini melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian yang ada di tiap provinsi serta Unit Pelaksana Teknis lain yang tersebar dibeberapa daerah dengan memberikan bantuan bibit serta pendampingan kepada berbagai organisasi wanita termasuk PKK. (YBH)

 

Sumber: Balitbangtan

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID