Bogor, 21-11-2017       English Version


Seminar rutin bulanan Puslitbangnak edisi bulan April 2017 dilaksanakan di Bogor pada 25 April 2017. Seminar dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Dr. Atien Priyanti yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa narasumber merupakan informasi yang update dan bermanfaat untuk dapat ditindaklanjuti bersama.

Seminar kali ini menampilkan 2 narasumber, Prof. Dr. Sjamsul Bahri (Peneliti Puslitbangnak) dan Dr. Yeni Widiawati (Peneliti Balai Penelitian Ternak). Narasumber 1 menyampaikan paparan dengan judul Mikotoksin dan Mikotoksikosis: Dampaknya Terhadap Kesehatan Manusia. Disampaikan bahwa "Mikotoksin adalah Metabolit sekunder yang dihasilkan oleh Kapang (Toxigenic fungi), mikotoksin dapat dihasilkan pada tanaman dalam fase pertumbuhan atau pada produknya dalam proses penyimpanan, kontaminasi Mikotoksin pada pakan/pangan secara global sangat nyata dan memiliki resiko gangguan terhadap keamanan pangan. Selanjutnya disampaikan juga Mikotoksikosis merupakan suatu penyakit pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh mycotoxins, pemaparan pada hewan, umumnya melalui pencernaan. Mikotoksikosis pada manusia dapat akut, tetapi lebih sering terjadi sacara kronik. Keadaan kronik mempunyai dampak yang lebih besar pada kesehatan manusia. Resiko mikotoksin terhadap kesehatan manusia lebih tinggi terjadi di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju.

Kemudian dilanjutkan narasumber ke-2 dengan judul paparan "Pemetaan Ketersediaan Pakan Ruminansia dari Limbah Tanaman Pangan dan Perkebunan di Indonesia. Disampaikan bahwa Pengembangan ternak ruminansia perlu didukung oleh ketersediaan bahan pakan sepanjang tahun (kuantitas dan kualitas) dan perlu adanya pembaharuan mengingat berkurangnya luas lahan pertanian dan belum masuknya lahan perkebunan.

Seminar diikuti oleh peserta yang berasal dari DItjen PKH, Perguruan Tinggi, Struktural dan Peneliti Lingkup Balitbangtan kurang lebih sebanyak 50 orang.

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID