Bogor, 22-08-2017


Sumberdaya Genetik Ternak (SDGT) kambing Peranakan Etawah (PE) yang ada di Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dan mempunyai potensi beradaptasi pada keterbatasan lingkungan dan relatif lebih mempunyai laju reproduksi yang baik. Upaya pelestarian serta dan pemanfaatan kambing Peranakan Etawah ini masih terbatas. Maraknya perkawinan silang antara kambing Peranakan Etawah dengan rumpun kambing lainnya cenderung menyebabkan terjadinya degradasi genetik dan yang akhirnya dapat menyebabkan kepunahan SDG kambing Peranakan Etawah. Guna mewujudkan suatu perlindungan rumpun dan/atau galur ternak yang merupakan salah satu bentuk dari perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual, diperlukan adanya penetapan dan pengakuan terhadap rumpun kambing Peranakan Etawah sebagai kambing lokal Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut Puslitbang Peternakan merasa perlu untuk mengusulkan penetapan rumpun kambing Peranakan Etawah kepada Menteri Pertanian dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 117/Permentan/SR.120/10/2014 tentang Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Hewan. Hal tersebut dilakukan selain untuk mendapatkan legalitas formal secara Nasional maupun Internasional juga sebagai upaya melestarikan Sumberdaya Genetik Ternak (SDGT) serta sebagai upaya agar pemanfaatannya dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Penetapan rumpun kambing Peranakan Etawah ini telah secara formal dipayungi oleh Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 695/Kpts/PD.410/2/2013, mensyaratkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia perlu memberi perhatian untuk melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan rumpun kambing ini.

Diucapkan terimakasih kepada seluruh penyusun buku ini dan berharap bahwa informasi yang tersedia dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ternak kambing di Indonesia.

 

Selengkapnya (file Download)

 

Galeri Foto Kegiatan