Bogor, 24-10-2017       English Version


Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) boleh berbangga dengan 15 penelitinya karena berada dalam daftar Webometrics, yang dilansir dalam edisi ke – 6.

Minggu Pertama Maret 2017 ini, Webometric telah melansir 602 peneliti Indonesia yang masuk dalam daftar kepakarannya. Nilai indeks kepakaran tersebut didasarkan pada jumlah penelitian dan sitasi publik penelitian yang diunggah oleh setiap peneliti melalui akun Google Cendekia (Google Scholar).

Dalam mengunggah hasil karya penelitiannya, peneliti harus melakukan aktivasi akun Google Cendekia, lalu mengubah profilnya dengan status publik. Hal ini tentunya diharapkan dapat mempermudah mesin pencari Google. Selain itu, peneliti diharapkan menggunakan alamat email institusi tempatnya bertugas.

Selanjutnya untuk lebih meningkatkan jumlah sitasi dan terindex dengan baik para peneliti lain sudah seharusnya memanfaatkan ketersediaan fasilitas di google scholar. Tidak lupa juga melekatkan nama lembaga sebagai alamat email dan meningkatkan jumlah pengunjung di website terkait. Informasi metodologi dan peringkat dari peneliti lainnya dapat diakses melalui http://www.webometrics.info/en/node/96

Jumlah peneliti yang mempublikasikan hasilnya melalui google scholar di Balitbangtan masih belum sebanding dengan jumlah penelitinya yang saat ini mencapai 1.859 orang (data per September 2016).

Kepala Balitbangtan Dr. Muhammad Syakir selalu mengingatkan bahwa penelitian yang dilaksanakan setiap tahun agar tidak berhenti pada Science for Science saja tetapi juga harus sampai di lahan petani sehingga mewujud di lahan petani dan menjadi  ‘science for innovation’.

Kebijakan Open Innovation dalam hal ini juga dapat memperluas dan menyempurnakan kebutuhan inovasi di lapangan yang tentunya berbeda saat diujicobakan dalam skala laboratorium, saatnya uji coba di lapang dalam skala yang lebih luas di lahan petani, ungkapnya optimis.

Balitbangtan bangsa bisa lebih aktif mempublikasikan hasilnya dengan digelarnya dem area dan demo plot di hampir seluruh pelosok negeri guna meningkatkan produktivitas pangan. (nn)

Peringkat

Nama

Institusi

Indeks-H

Sitasi

29

Fahmudin Agus

Balittanah

24

2425

126

Elizabeth Wina

Balitnak

15

969

133

Pantjar Simatupang

PSEKP

15

820

209

Didiek Hadjar Goenadi

PT. RPN

13

2056

300

Achmad Suryana

PSEKP

12

530

301

Nyak Ilham

PSEKP

12

526

318

Bambang Risdiono Prawiradiputra

Balitnak

12

438

319

L. Hardi Prasetyo

Balitnak

12

426

343

Ismeth Inounu

Balitnak

11

775

424

Dewa Swastika

PSEKP

11

360

511

Agus Purwantara

PT. RPN

10

440

518

Nyoman Widiarta

Puslitbangtan

10

428

524

Edi Husen

BBSDLP

10

406

549

I Ketut Kariyasa

PSEKP

10

361

571

Tiurma Pasaribu

Balitnak

10

309

 

sumber: Balitbangtan

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID