Bogor, 27-06-2017


Guna mencapai target yang telah ditetapkan dalam Upsus Siwab, Puslitbangnak melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendampingan Upsus Siwab 22-23 Maret 2017 di Bogor. Hal ini merupakan tindak lanjut SK Menteri Pertanian No. 8933/Kpts/OT.050/F/12/2016 tentang Supervisi Upaya Khusus Percepatan Peningkatan populasi Sapi dan Kerbau Bunting tanggal 29 Desember 2016. SK tersebut menunjuk Tim Supervisi Pendampingan Upsus Siwab yang terdiri dari Puslitbangnak, UPT lingkup Puslitbangnak dan BPTP. Pelaksanaan pendampingan Upsus Siwab sudah dimulai sejak awal tahun 2017. Sambutan kepala Puslitbangnak Rakor ini adalah juga bimbingan dan pelatihan kepada penanggung jawab Upsus Siwab. Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir yang dalam arahannya menyampaikan bahwa pendampingan peternakan yang intensif di daerah yang potensi ternaknya tinggi. Jadi semua UPT dan BPTP harus mengawal/mendampingi masyarakat dalam menerapkan teknologi hasil penelitian Puslitbangnak. Perlu ditetapkan desa mandiri atau kawasan mandiri Siwab yang akan mendapat pendampingan penerapan teknologi secara intensif. Kawasan ini  akan menjadi tempat pelatihan/pendidikan. Rakor dihadiri oleh UPT lingkup Puslitbangnak dan BPTP seluruh Indonesia.

Dengan dimoderatori oleh Kepala Puslitbangnak, rakor hari pertama menampilkan 6 narasumber: Perwakilan dari Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak (Ditjen PKH) dengan judul paparan Upaya mengatasi permasalahan dalam penyediaan semen beku, tenaga teknis dan sarana IB serta pelaksanaan IB. Kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak (Ditjen PKH) dengan judul paparan Upaya mengatasi distribusi dan ketersediaan semen beku, Nitrogen (N2) cair dan container. Narasumber berikutnya Kepala Puslitbangnak menyampaikan topik dengan judul Dukungan inovasi teknologi peternakan untuk mendorong percepatan capaian target Upsus Siwab. Selanjutnya Kepala Bbalitvet menyampaikan paparan dengan judul Dukungan inovasi teknologi veteriner dan aspek kesehatan hewan untuk mendorong percepatan capaian target Upsus Siwab. Paparan dengan judul Mekanisme penganggaran pendampingan Upsus Siwab disampaikan oleh  Kabid PE Puslitbangnak. Diskusi dan Koordinasi Pendampingan Upsus Siwab dipimpin oleh Dr. Bess Tiesnamurti.

Rakor hari kedua direncanakan akan dimoderatori oleh Prof. Dr. Sjamsul Bahri dengan menampilkan 4 narasumber: Dr. Kurnia achyadi dengan judul paparan Optimalisasi Reproduksi untuk mendukung Upsus Siwab. Kemudian dilanjutkan oleh narasumber kedua, ketiga dan keempat berturut-turut Dr. Drh. Agus Wiyono, Drh. Didik Tulus Subekti, Dr. April H. Wardhana SKH,MSI.PhD dengan judul paparan berturut-turut Penyakit Reproduksi Pada Sapi Dan Inovasi Teknologi Bblitvet: 1) Gangguan reproduksi pada sapi dari aspek penyakit, 2) Test kit kebuntingan dan 3) Informasi penyakit reproduksi pada sapi berbasis Android. (REP)

 

Link Download: Materi Rakor Upsus Siwab 22-23 Maret 2017

Galeri Foto Kegiatan