Bogor, 27-06-2017


Sapi PO terseleksi adalah sapi hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina lokal di Jawa yang berwarna putih. Saat ini sapi PO yang murni mulai sulit ditemukan, karena telah banyak disilangkan dengan sapi Brahman. Sehingga sapi PO diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan memiliki gelambir. Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja, mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan. Sapi ini juga memiliki tenaga yang kuat dan aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah beranak. Sapi PO jantan memiliki kualitas semen yang baik.

Pola warna pada sapi PO putih keabu-abuan, ekor berkipas (bulu cambuk ekor), bulu sekitar mata berwarna hitam, badan besar, gelambir longgar bergantung, punuk besar, leher pendek, tanduk pendek. Sapi PO ini dapat dipelihara secara intensif dan ekstensif.

Dengan bobot lahir bobot lahir: 31,1 ± 4,4 kg, Sapi PO ini pertambahan bobot badan hariannya (PBBH) 0,4 kg/hari. Bobot badan sapi dewasa jantan 578 kg (umur 36 bulan), sedangkan bobot badan sapi betina 312 kg pada umur 24 bulan (2 tahun). Tinggi gumba sapi jantan 142 cm (umur 36 bulan), dan sapi betina 124 cm pada umur umur 24 bulan (2 tahun).

Info lebih lanjut: Loka Penelitian Sapi Potong (Aryogi, Yudi Adinata, Mariyono, Lukman Affandhy, Yenny Nur Anggraeny, Dicky Pamungkas, Ainur Rasyid dan M. Luthfi S)

Galeri Foto Kegiatan