Bogor, 21-11-2017       English Version


Lampung Tengah  – Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) terdiri dari Dr. Endang Romjali, M. Ikhsan Shiddieqy S.Pt dan Ir. Marsudin Silalahi M.Si (BPTP Lampung) melaksanakan survei kebutuhan pakan di perusahaan sapi potong PT Elders Indonesia dan PT Great Giant Livestock yang berada di Lampung Tengah, Provinsi Lampung tanggal 1-3 Maret 2017.

Di PT Elders Indonesia, kebutuhan hijauan pakan ternak berasal dari King Grass dan tebon jagung. King Grass berasal dari lahan penanaman yang dimiliki perusahaan yang dipanen secara rotasi agar pasokan dapat berkelanjutan. King Grass yang dipanen langsung dicacah dengan mesin cacah, kemudian dicampur dengan bahan pakan lain dan diberikan pada hari yang sama.

Di PT Great Giant Livestock, kebutuhan hijauan pakan ternak dipenuhi oleh Taiwan Grass dan limbah kulit nenas. Hijauan sepenuhnya berasal dari lahan milik perusahaan. Perusahaan juga menanam rumput Odot dalam jumlah kecil untuk memenuhi kebutuhan pedet. Limbah kulit nenas terlebih dahulu difermentasi sebelum diberikan kepada ternak, sedangkan Taiwan Grass diberikan segar.

Lokasi survei berikutnya adalah PT. Toyota Bio Indonesia yang membudidayakan Napier Grass/Rumput Gajah, dengan nama latin Pennisetum purpureum (Elephant grass), yaitu jenis rumput tahunan yang hidup di daerah tropis maupun daerah sub tropis. Napier grass adalah tanaman yang memiliki produktivitas biomasa tertinggi dibandingkan dengan tanaman biomasa lainnya. (MIS/REP)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID