Bogor, 27-06-2017


Keputusan Menteri Pertanian No 8933/Kpts/OT.050/F/12/2016, 29 Desember 2016 yang menugaskan Puslitbangnak dan UPT lingkup Puslitbangnak menjadi anggota Tim Supervisi Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Untuk itu telah dilaksanakan  pendampingan Upsus Siwab pada awal tahun 2017.

Rakor dibuka oleh Kepala Puslitbangnak Rabu 9 Maret 2017 di Kantor Puslitbangnak. Dalam sambutannya Dr. Atien Priyanti menyampaikan bahwa untuk suksesnya Upsus Siwab diperlukan dukungan inovasi teknologi siap terap dan koordinasi yang baik terutama di Provinsi yang dikoordinir oleh Puslitbangnak (Kalteng dan Kaltara). Narasumber dalam Rakor adalah Dr. Bess Tiesnamurti (Puslitbangnak), Dr. Bambang Ngaji Utomo (Kabid KSPHP BBalitvet), Dr. Suharsono (Balai Penelitian Ternak), Dr. Dicky Pamungkas (Lolit Sapi Potong) dan Dr. Simon Elieser (Lolit Kambing Potong).

Sesi pertama Dr. Bess Tiesnamurti menyampaikan paparan dengan judul “Progress dan Kendala Pendampingan Upsus Siwab Provinsi Kalteng dan Kaltara”. Sedangkan Dr. Bambang Ngaji Utomo menyampaikan paparan dengan judul “Progress dan Kendala Pendampingan Upsus Siwab serta Teknologi Unggulan Veteriner Provinsi Maluku”. Kemudian dilanjutkan oleh Dr. Suharsono, dengan judul paparan “Progress dan Kendala Pendampingan Upsus Siwab serta Teknologi Unggulan Peternakan untuk mendukung Siwab Provinsi Sulawesi Selatan (Kabupaten Tana Toraja dan Luwu Timur)”.

Sesi selanjutnya paparan oleh Dr. Dicky Pamungkas yang menyampaikan paparan dengan judul “Progress dan Kendala Pendampingan Upsus Siwab serta Teknologi Unggulan Peternakan untuk mendukung Siwab Provinsi Jawa Timur (Kabupaten Lumajang, Pasuruan dan Probolinggo)”. Nara sumber terakhir Dr. Simon Elieser menyampaikan paparan dengan judul “Progress dan Kendala Pendampingan Upsus Siwab serta Teknologi Unggulan Peternakan untuk mendukung Siwab Provinsi Sumatera Utara (Kabupaten Simalungun, Langkat dan Dairi)”.

Rakor menyimpulkan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh UPT lingkup Puslitbangnak berpotensi dapat dimanfaatkan sebagai Upaya Khusus dalam program Siwab untuk mendorong mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau bunting. Oleh karena itu, Kepala UPT lingkup Puslitbangnak segera melakukan inventarisasi jenis inovasi teknologi yang siap diimplementasikan nantinya oleh BPTP dalam pendampingan Siwab di setiap provinsi.

Rakor dihadiri oleh Kepala UPT, Struktural, Ketua Kelti dan Peneliti lingkup Puslitbangnak. (REP)

Galeri Foto Kegiatan