Bogor, 23-Apr-2018       English Version


Sejak dilepas dengan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 274/Kpts/SR.120/2/2014, ayam Kampung Unggul Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KUB-1) merupakan salah satu galur ayam hasil pemuliaan ayam kampung (Gallus-gallus domesticus) yang berasal dari daerah Cianjur, Depok, Majalengka, dan Bogor Provinsi Jawa Barat. Ayam KUB-1 ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain produksi telur tinggi, dan sebagian besar tidak mengeram.


Saat ini sudah banyak perusahaan swasta yang menjadi lisensor Balitbangtan untuk pengembangan ayam KUB-1. Saat ini ayam KUB sudah sampai tahap industri. Salah satu perusahaan swasta yang menjadi lisensor adalah PT Sumber Unggas Indonesia dengan pendampingan dari peneliti Balitnak (Dr. Tike Sartika). Perusahaan yang berlokasi di Desa Cogreg Kecamatan Parung Kabupaten Bogor ini sudah memulai usaha sejak tahun 2011, dengan populasi 3000 ekor. Diawali dengan usaha budidaya/pembesaran ayam kampung pedaging.


Seiring dengan bertambahnya kebutuhan DOC untuk kebutuhan sendiri, dan kebutuhan peternak-peternak di sekitar, Sumber Unggas juga menjadi perusahaan pembibit (penyedia bibit). Tahun 2015 usaha pembibitan dimulai dengan 5 kandang dengan populasi 19.000 ekor dan mesin tetas berkapasitas 90.000 butir. Dalam sebulan bisa menghasilkan DOC sebanyak 102.000 ekor. Naryanto (pemilik Sumber Unggas) menyampaikan “Pemasaran sudah mencapai Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi”. DOC dijual dengan harga Rp. 5500 – 6500 per ekor. Saat ini Sumber Unggas sudah menghasilkan DOC 60.000 ekor per minggu. Dan masih terus dikembangkan dengan penambahan mesin tetas berkapasitas yang lebih besar lagi untuk memenuhi permintaan DOC yang terus meningkat. Hal ini didukung dengan gaya hidup masyarakat yang ingin hidup lebih sehat. Permintaan terus meningkat  10-20% per tahun nya.


Bagi masyarakat Indonesia yang berminat menjadi peternak ayam kampung PT Sumber Unggas mengadakan pelatihan tanpa dipungut biaya (gratis).

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek