Bogor, 22-Aug-2018       English Version


Salah satu upaya khusus padi, jagung, dan kedelai (Upsus Pajale) adalah untuk meningkatkan produksi padi dengan menambah luas tanam. Dengan luas tanam yang bertambah pada akhirnya akan meningkatkan jumlah produksi juga.

Seiring dengan bertambahnya luas tanam bertambah juga limbah yang dihasilkan. Limbah tanaman padi adalah jerami. Setelah padi dipanen pasti meninggalkan limbah berupa jerami padi. Satu Ha sawah menghasilkan kurang lebih 5 ton jerami.

Musim kemarau tidak harus pusing memberi makan ternak. Kekurangan pakan bisa diatasi dengan pemberian jerami padi. Limbah ini dapat diolah menjadi pakan ternak yang berkualitas dan harganya murah. Proses pengolahan dilakukan dengan memfermentasi jerami padi.

Fermentasi ini gunanya untuk meningkatkan kandungan protein yang terdapat pada jerami padi. Nilai nutrisi jerami padi sebelum fermentasi adalah Protein Kasar (PK) 3%, setelah difermentasi meningkat menjadi PK 7%.

Fermentasi dilakukan dengan cara mencampur jerami padi dengan probion dan urea. Untuk 1 ton (1000 kg) jerami padi dicampur dengan 2,5 kg probion dan 2,5 kg urea. Kemudian didiamkan/diperam selama 3 minggu (21 hari).

Selama proses fermentasi telah terjadi perombakan karbohidrat terstruktur dan karbohidrat non struktur. Setelah 21 hari jerami fermentasi dikeringkan dengan sinar matahari.

Selanjutnya dapat diberikan langsung ke ternak atau disimpan untuk persediaan pakan pada saat kemarau. Pemberian jerami padi fermentasi yang ditambah dengan konsentrat pada sapi PO mampu meningkatkan bobot badan harian.

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek PPID

 

 

LAYANAN PUBLIK REFORMASI BIROKRASI e-KINERJA SIGAP PENGADUAN