Bogor, 22-Feb-2018       English Version


Setelah melakukan serangkaian penelitian di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) diperoleh itik MASTER. Itik MASTER adalah hasil persilangan Mojosari (Jantan) dan Alabio (betina). Penelitian diarahkan pada evaluasi kemampuan produksi berbagai jenis itik lokal. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas itik lokal sekaligus menghasilkan bibit itik yang mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan. Itik MASTER ini diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan dan berpotensi sebagai bibit niaga penghasil telur dengan sistem terkurung.

Keunggulan teknis itik MASTER ini adalah rataan produksi telur per tahun 265 butir. Puncak produksi telur: 94% (10 – 15% lebih tinggi).  Umur pertama bertelur: 18 minggu (4,5 bulan), 1 bulan lebih awal. Sedangkan masa produksi telur: 10 – 12 bulan/siklus, tanpa rontok bulu. Rasio pengunaan pakan (FCR): 3,2  dan tingkat kematian: sangat rendah (<1%).

Itik MASTER ini memiliki keunggulan biologis  antara lain identifikasi jenis kelamin pada saat menetas mudah, hanya berdasarkan warna bulu: jantan berwarna lebih gelap, pertumbuhan anak itik jantan lebih cepat sehingga cocok untuk penggemukan sebagai itik potong ukuran sedang. Warna bulu spesifik dan sangat seragam sedangkan warna kulit telur seragam hijau kebiruan. (REP/Puslitbangnak)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek