Bogor, 22-May-2018       English Version


Prospek pengembangan usaha ayam kampung di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pangsa pasar khusus “Ayam Taliwang” sangat besar karena masih adanya kelebihan permintaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Sekitar 15 ribu ekor ayam kampung dipotong setiap hari untuk memenuhi permintaan di Lombok. NTB telah pula dicanangkan sebagai salah satu destinasi wisata halal dunia sebagai dampak dari kemenangan Pulau Lombok pada World’s Halal Tourism Award 2015 yang diselenggarakan di Abu Dhabi (UEA). Peluang ini telah dijadikan usaha Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang sangat atraktif karena menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Ayam KUB merupakan inovasi hasil penelitian pemuliaan Balai Penelitian Ternak dengan kemampuan produksi telur dan daging yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ayam kampung lainnya.

Dalam upaya mendeskripsikan kelayakan ekonomi usaha ayam KUB ini Tim Kajian Antisipatif dan Responsif Kebijakan Peternakan dan Veteriner (KAR-KSPV) Puslitbangnak telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Kelayakan Ekonomik Inovasi Ayam KUB dan Peluang Pengembangan” pada tanggal 2 Agustus 2016 di BPTP NTB, Narmada, Lombok Barat. Masing-masing pelaku usaha pembibitan, penetasan dan pembesaran ayam KUB menjadi narasumber dalam FGD ini yang dihadiri oleh 45 peserta dari Dinas Peternakan, Perguruan Tinggi, Dewan Riset Daerah, pelaku usaha dan asosiasi setempat. Kunjungan lapang dilakukan di 9 (sembilan) kandang yang mewakili masing-masing usaha pembibitan, penetasan dan pembesaran ayam KUB.

Hasil diskusi dan kunjungan lapang menunjukkan bahwa ayam KUB masih sangat prospektif untuk dikembangkan di NTB dengan beberapa rekomendasi kebijakan yang diperlukan. Kurangnya pasokan bibit ayam KUB mengindikasikan perlunya dibangun industri pembibitan yang dapat menghasilkan DOC dalam skala massive dan kontinu dengan kualitas terjamin. Pemerintah Daerah dapat melakukan investasi dalam usaha ini melalui Perusda/BUMD yang sudah ada, dengan tidak memarginalkan peran peternak maupun pengusaha pembibitan yang saat ini sudah berkembang. Pelaku usaha ayam KUB di NTB memiliki semangat dan antusiasme yang sangat berharga. Pemerintah Daerah dan Asosiasi setempat harus mendukung semangat ini dalam sektor budidaya pada segmen pembibitan maupun pembesaran. Disamping itu perlu didukung dalam pembangunan kapasitas entrepreneurship untuk meraih dan meningkatkan efisiensi serta efektifitas biaya usaha. (REP/PRI)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

loading...

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik

 

 

Pro-Tek