Bogor, 27-06-2017


Di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah ada sebuah desa bernama Pandansari. Desa ini berada sekitar 8 km dari kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah. Dengan ketinggian antara 1400 sampai dengan 2000 meter dari permukaan laut membuat suasana di desa ini sangat dingin menyengat. Apalagi pada bulan Agustus dan September, suhu bisa berada di bawah nol derajat celsius. Di desa atas awan inilah tim jelajah inovasi memburu bukti inovasi Balitbangtan berupa domba Compass Agrinak.

Tim jelajah inovasi Balitnak kali ini, Pak Budiarsana (peneliti) dan Dadang Sudarman (Staf Jasa Penelitian), tergolong cukup menantang. Jalan menanjak dan suhu dingin menjadi tantangan yang harus diatasi. Dari kota Kabupaten Brebes Jawa Tengah bergerak sekitar 2 jam menuju arah Selatan baru kita dapat menapakkan kaki di desa tersebut. Pengalaman paling ekstrim pada perjalanan kali ini adalah kondisi jalan yang menanjak sepanjang 10 km dari kecamatan Paguyaman.

Kendati dingin, penjelajahan ini semakin menarik setelah menyaksikan potret alam di desa atas awan ini.

Hamparan sayuran menghijau membentuk karpet bumi dihiasi dengan pohon-pohon pinus berjejer di sepanjang punggung bukit, semakin memacu adrenalin tim jelajah inovasi untuk menuntaskan penjelajahan ini.

Dari hasil kunjungan ini, tim jelajah memiliki kesimpulan kecil yang sangat menarik. Kelompok ternak Mugi Lestari ini sangat kompak dan memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi. Coba bayangkan bantuan bibit domba compass agrinak yang diberikan sejak tahun 2010 semakin besar populasinya. “Kami tidak berani untuk memotong atau menjual ternak itu seenaknya saja, tetapi kami harus izin dulu ke Balitnak, jika ingin menggunakan domba itu untuk kepentingan lain” kata Pak Kamdo selaku Kepala Desa Pandansari yang setia menemani dan melayani tim jelajah selama dua hari di desa ini.

Sikap ini dibuktikan dengan semakin bertambahnya populasi kompas agrinak dari tahun ke tahun. Pak Kamdo yang irit berbicara, namun akrab dalam bergaul ini memiliki mimpi besar dengan kehadiran domba compass agrinak ini. “Kami ingin, desa Pandansari menjadi pusat bibit domba compass agrinak baik di Jawa Tengah maupun untuk kebutuhan nasional. Kami berharap, pemerintah dapat mewujudkan impian kami itu” katanya di hadapan peneliti Balitnak dan Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Ismu Subroto. (AHM)

* Diceritakan kembali Secara Singkat oleh Ahmadi Riyanto dari Sinar Tani Edisi 25-31 Maret 2015

Galeri Foto Kegiatan