Bogor, 29-04-2017


Pemandangan hewan qurban di pinggir jalan, taman dan tempat keramaian lainnya menjelang Perayaan Hari Raya Idul Adha sudah menjadi tradisi tahunan.

Banyak orang yang membawa sapi, domba dan kambing di tempat-tempat keramaian untuk dijual sebagai hewan qurban.

Kendati begitu, kerap kali tidak ada jaminan apakah hewan qurban tersebut telah memenuhi syariat Islam bahwa hewan tersebut sehat dan tepat untuk dijadikan hewan qurban.

Karena itu pemerintah Kota Bogor memberikan alternatif bagi masyarakat untuk membeli hewan qurban dari bursa hewan qurban yang rutin diadakan setiap tahun.

Bursa ini merupakan hasil kerja sama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dengan Pemerintah Kota Bogor.

Pada tahun ini, penyelenggaraan Bursa Hewan Qurban (BHQ) ke-17 bertempat di Halaman Kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Jl. Raya Pajajaran Kav E59 Bogor.

Bursa hewan qurban ini dibuka sejak tanggal 2 September 2016 hingga 12 September 2016. Tersedia sebanyak 500 ekor sapi, domba dan kabing dengan harga berkisar Rp.60.000 – 65.000/kg bobot hidup untuk sapi dan Rp.90.000 – 95.000/kg bobot hidup untuk kambing dan domba. Harga tersebut ditetapkan berdasarkan harga yang berlaku tahun 2016.

Wakil Walikota Bogor, Ir. Usmar Hariman diacara bursa ini dan menyampaikan harapannya bahwa “masyarakat calon pembeli hewan qurban, bisa memperoleh kemudahan untuk mendapatkan hewan ternak yang sehat dengan harga yang relatif sesuai dengan kondisi hewannya”. Hadir pada acara pembukaan Bapak Sekretaris Balitbangtan, Kepala Dinas Pertanian, Profesor Riset Pertanian, Kapuslitbangnak, Kapus Pustaka dan Pejabat Kota Bogor, serta Ketua MUI Bogor. Rabu (7/9/2016).

Saat melakukan peninjauan ke penjualan bursa hewan, Sekretaris Balitbangtan menyampaikan empat kriteria hewan qurban yang baik yaitu syarat fiqih, syarat fisik yang sehat, bersertifikat halal, bermutu dan aman untuk dikonsumsi.

Salah satu peserta bursa ini yaitu Bapak Muhammad Imam Suyuti dari kelompok peternak Makmur Jaya Farm, Lumajang Jawa Timur, yang kerap di panggil Bpk. Suye. Beliau sudah ke 5 kalinya mengikuti acara ini, mengharapkan “bursa ini terus diadakan di setiap tahunnya dan mengaku sangat puas sebagai peternak”. Hal tersebut disampaiakan disela-sela acara kunjungan Bapak Wakil Walikota Bogor dan Sekretaris Balitbangtan di Bursa Hewan Qurban ini.”

Kepala Puslitbangnak, Dr. Bess Tiesnamurti selaku Ketua Panitia mengatakan "Kegiatan bursa hewan qurban ini diikuti oleh 15 peternak dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur," .

Selanjutnya Dr. Bess Tiesnamurti menjelaskan, pelaksanaan bursa hewan qurban ini melibatkan dokter hewan dari lingkup Pustlitbangnak dan Dinas Pertanian Kota Bogor.

Karenanya di dalam penyelenggaran bursa hewan ini, diterapkan ketentuan pemeriksaan hewan qurban oleh Tim Kesehatan Hewan dengan mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk setiap ternak yang telah diperiksa.
Dengan adanya ketentuan ini, penyelenggaran bursa hewan diharapkan mendapat kepercayaan masyarakat.

Diharapkan ke depan, bursa hewan qurban ini menjadi suatu model bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mempersiapkan penyelenggaran Hari Raya Idul Adha. (AHM/REP)

Galeri Foto Kegiatan