Bogor, 21-11-2017       English Version


Puslitbangnak (8/11/2017). Bertempat di Kantor Balitnak Ciawi telah diterima kunjungan DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Sulawesi Utara. Tim yang berkunjung ini dipimpin Wakil Ketua 1 (Abdul Rozak), Staf Ahli DPRD (Ir. Sahrun Dalli dan Prof. Adriono).

Komisi ini diterima oleh Ir. Bambang Setiadi (Ketua PSDM), Dr. Ria Sari Gail (Ketua Kelti Reproduksi), Dr. Anneke Anggraeni (Ketua Program dan Evaluasi) dan Dadang Suherman S.Kom. (Kepala Tata Usaha) Balai Penelitian Ternak. Kunjungan ini bertujuan meminta pertimbangan Balitnak dalam rencana model pengembangan peternakan terpadu mendukung pembangunan pertanian secara terintegrasi.

Disampaikan bahwa Bolaang Mongondow merupakan daerah pesisir pantai, sehingga perikanan memberi kontribusi penting bagi APBD. Namun, peternakan juga sangat potensial untuk dikembangkan dengan dukungan SDA yang sebagian merupakan lahan pertanian dan persawahan.  Kabupaten ini potensial untuk pengembangan ternak lokal seperti sapi, kambing, dan ayam.

Saat ini Balitbangtan melalui Balitnak sudah menghasilkan ayam KUB. Ayam KUB adalah ayam kampung unggul penghasil telur, hasil seleksi ayam lokal di Jawa Barat dan DKI selama 6 generasi. Satu generasi memerlukan waktu penelitian selama 12-18 bulan. Ayam KUB ini bobot badan dewasa mencapai 1200 gram-1600 gram. Ayam ini umur pertama bertelurnya lebih awal yaitu umur 20-22 minggu  dan lebih tahan terhadap penyakit.

Selain ayam di Balitnak juga ada Kambing Peranakan Etawah (PE). Kambing ini adalah persilangan antara kambing Etawah dengan kambing Kacang. Potensi produksi susu cukup tinggi (1,0-1,5 liter/hari) dengan lama laktasi 4-6 bulan. Ciri khas bentuk muka cembung, telinga panjang menggantung dengan postur tubuh tinggi, panjang dan agak ramping.

Balitnak juga sudah mengembangkan Indigofera Sp sebagai sumber protein. Indigofera Sp adalah hijauan pakan jenis leguminosa pohon yang memiliki kualitas nutrisi yang tinggi, tahan terhadap kekeringan sehingga dapat mejadi sumber pakan pada musim kemarau. Umur 8 bulan sudah bisa dipotong dengan interval pemotongan 60-90 hari. Tinggi pemotongan 1-1,5 m dari permukaan tanah. Jumlah pemberian 1-2 kg /ekor/hari.

Sapi yang dipelihara di Kabupaten Bolaang adalah sapi Bali. Penjualan ternak tertinggi terutama untuk keperluan konsumsi daging pada hari Raya Idul Fitri dan penjualan. Kendala yang dihadapi pada kegiatan SIWAB yaitu  keterbatasan inseminator dan sarana pendukung IB.

Terdapat beberapa sumber pakan berasal dari hasil samping tanaman pangan dan persawahan seperti jerami. Jagung menjadi salah satu komoditas potensial. Pakan hijauan sudah tersedia, tetapi perlu dikembangkan jenis rumput dan legum yang sesuai dengan sifat lahan pantai.

Komisi DPRD meminta dan arahan panduan tentang bagaimana menetapkan status hukum wilayah potensial peternakan menjadi wilayah sumber bibit. Selain itu juga bagaimana untuk bisa mengusulkan pengembangan peternakan ayam dan sapi melalui pendampingan dari Balitbangtan (Balitnak) serta pengembangan peternakan yang berorientasi usaha untuk menjadi sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, diperlukan pendampingan dalam budidaya dan pengembangan pakan hijauan yang dapat bertumbuh baik di wilayah pesisir, perkebunan (misal dibawah pohon kelapa) dan reklamasi lahan bekas tambang (emas).  Tim Peneliti Balitnak sudah memberikan penjelasan bagaimana Balitnak dengan fungsinya sebagai penghasil teknologi, produk dan bibit unggulan peternakan untuk bisa mengakomodir keperluan Kabupaten Bolaang akan menyiapkan rencana prioritas program dan arah pembangunan peternakan yang diharapkan.  (REP)

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID