Bogor, 21-11-2017       English Version


Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) selaku penanggung jawab supervisi dan pendampingan Upsus Siwab yang mengkoordinir BPTP untuk melakukan pendampingan Upsus Siwab, melaksanakan Koordinasi dan Evaluasi pelaksanaan Upsus Siwab lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Kepala Balitbangtan dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Puslitbangnak, Dr. Atien Priyanti berdasarkan Permentan No. 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting tanggal 3 Oktober 2016 telah dilaksanakan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Program ini diluncurkan dalam rangka mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau dan memenuhi kebutuhan produk hewan di dalam negeri. Peranan Badan Litbang Pertanian dalam pencapaian Visi Misi serta target Kementerian Pertanian telah sangat dirasakan. Hasil inovasi Litbang Pertanian selalu mewarnai kebijakan pembangunan pertanian dan secara nyata tersedia serta dapat dimanfaatkan oleh pengguna, khususnya petani.



Disampaikan juga Sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian No. 8933/Kpts/OT.050/F/12/2016 tentang Tim Supervisi Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting tanggal 29 Desember 2016, UK/UPT Balitbangtan diberi tugas dalam pendampingan Upsus Siwab di seluruh Indonesia. Kabalitbangtan juga berharap berharap UK/UPT dapat menjalankan tugas Koordinasi, Sosialisasi, Bimbingan, Pendampingan, Pembinaan, dan Monitoring dalam pelaksanaan Upsus Siwab dengan baik. 

Sesuai dengan penugasan tersebut maka Siwab harus dijalankan dengan upaya khusus tidak sebagaimana menjalankan tugas reguler.  Sebagai lembaga Litbang, harus digunakan inovasi, teknologi maupun peralatan (sarpras) yang kita miliki sekaligus menjadi media diseminasi untuk mendukung pelaksanaan Upsus Siwab yang dijalankan oleh Dinas Provinsi/Kabupaten Kota. Setiap BPTP harus dapat menjadikan program Siwab ini berkelanjutan, sehingga perlu dibuatkan percontohan atau demfarm di masing-masing lokasi yang menjadi tugas pendampingan.

Ka Balitbangtan juga mengharapkan UK UPT Balitbnagtan dapat memberikan sumbangsih yang signifikan dan berperan penting dalam menjalankan tugas tersebut untuk meningkatkan produktivitas sapi dalam negeri dan mampu meningkatkan kesejahteran petani.

Kabalitbangtan menyambut baik Rapat Koordinasi Perbibitan yang dilakukan seiring dengan Rakor Upsus Siwab. Tugas produksi benih/bibit yang dibebankan kepada Balitbangtan harus dijalankan dengan baik karena merupakan kepercayaan yang diberikan Menteri Pertanian kepada kita semua.  Produksi bibit ternak yang dilakukan adalah produksi ternak hasil penelitian pemuliaan yang sudah teruji mempunyai produktivitas lebih tinggi dibandingkan ternak yang ada/lokal.  Produksi bibit ternak secara massive yang disebarkan kepada masyarakat (petani) akan menyumbang peningkatan produktivitas ternak dalam negeri.  Dalam penyebarannya hal ini dijalankan oleh UPT Puslitbang Peternakan bersama-sama dengan BPTP.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Maidaswar (Pokja Upsus Siwab) dengan topik Strategi pendampingan untuk pencapaian target Upsus Siwab; Dr. Ir. Haris Syahbudin, DEA (kepala BBP2TP) denggan topik Optimalisasi tugas pendampigan Upsus Siwab oleh BPTP; Kepala BPTP/penanggung jawab Upsus Siwab dengan topik Paparan Progres pendampingan dan pencapaian Upsus Siwab; Kepala Loka Penelitian Sapi Potong dengan topik Target, Pogres capaian, Kendala atau permasalahan dan soslusi dalam pendampingan Upsus Siwab di Lokasi pendampingan Lolit Sapi Potong.
Rakor bertujuan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan pendampingan yang telah dilakukan, mengevaluasi kendala dan permasalahan yang dihadapi, serta menyususn soslusi dan strategi untuk pencapaian target yang telah ditetapkan.
Pembahas dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Sjamsul Bahri, Prof. Dr. Ismeth Inounu dan Dr. Bess Tiesnamurti. Sedangkan Tim perumus terdiri dari Dr. Eko Handiwirawan, Dr. Ratna Ayu Saptati dan Bayu Arta Ramadhan S.Pt. Rakor diikuti oleh BPTP seluruh Indonesia, yang menyampaikan data target dan progress capaian Upsus Siwab. (REP)

 

Bahan Tayangan: Download File

 

 

 

 

 

SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI (SISASA)

Integrasi sawit-sapi merupakan program terobosan yang strategis, tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2015-2019
dalam upaya meningkatkan produksi daging di dalam negeri serta mewujudkan ketahanan pangan nasional

 

 

 

 

Galeri Foto Kegiatan

 

 

 

Layanan Elektronik ( e-Government )

 

International SeminarKP-HSTP

Pro-Tek RECISPPID