EnglishIndonesian

WARTAZOA Volume 26 Nomor 3 Tahun 2016

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 16 Februari 2017.

WARTAZOA. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences  Volume 26 Nomor 3 Tahun 2016.  ISSN: 0216-6461 E-ISSN: 2354-6832.

Pada edisi ini dibahas tentang  Rumpun ternak ruminansia lokal Indonesia harus dilestarikan namun beberapa rumpun sangat peka terhadap penyakit Malignant Catarrhal Fever (MCF) seperti sapi Bali dan kerbau. Pengetahuan epidemiologi penyakit MCF, perkembangan kasus di Indonesia dan upaya pengendaliannya perlu disebarluaskan. Masyarakat pada umumnya berpendapat bahwa produk alami adalah produk yang aman untuk dikonsumsi, namun kontaminasi biotoksin yang dihasilkan oleh kapang sering dijumpai pada bahan pangan dan pakan. Beberapa mikotoksin dapat mengakibatkan penyakit pada ternak dan manusia. Pengendalian terhadap kontaminasi mikotoksin dapat dilakukan secara terpadu dengan menerapkan Good Agricultural Practices dan Good Manufacturing Practices. Upaya melestarikan sumber daya genetik hewan di Indonesia perlu disertai dengan pemahaman tentang persyaratan penetapan dan pelepasan rumpun/galur hewan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 117 tahun 2014. Cara memenuhi persyaratan tersebut telah diuraikan dengan jelas. Pelestarian sumber daya genetik unggas lokal dapat dilakukan melalui kegiatan konservasi secara konvensional atau dengan teknologi primordial germ cell (PGC) atau gonadal primordial germ cell (gPGC) yang diisolasi dari perkembangan awal embrio. Pelestarian tanaman pakan ternak dapat diseleksi terhadap toleransi pada lahan marjinal khususnya lahan masam. Brachiaria sp yang dikembangkan secara khusus dapat beradaptasi terhadap lahan masam dengan baik.

 

Informasi selengkapnya : http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/index.php/wartazoa 

Bagikan Berita ini