EnglishIndonesian

Validasi Cover Crop dan Produk Samping Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 25 Oktober 2016.

Salah satu rangkaian kegiatan penentuan faktor konversi limbah pertanian dan agroindustri, adalah validasi potensi cover crop dan produk samping perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan pada tanggal 18 – 20 Oktober 2016 oleh Tim Puslitbangnak yang terdiri dari Priyono SPt, MSi, Endang Sutedi SSi dan M. Indra Fauzi AMd. Kegiatan diawali dengan Audiensi dengan Tim Teknis dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak yaitu Edeng Heryamin, SP, MM (Kabid Pengembangan Perkebunan) dan Ir. Faizal Safri, MM (Kasi Pengembangan Areal Perkebunan). Dalam audiensi tersebut disebutkan bahwa luas perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Lebak seluas 4.110,04 ha dengan produksi sebanyak 2.898,39 ton (produktivitas 1.086,35 kg/ha).

Hasil audiensi juga menyepakati mengenai jadwal kunjungan lapang untuk validasi potensi produk samping dari perkebunan kelapa sawit, Lokasi Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit; Areal Perkebunan Kelapa Sawit; dan Kelompok Tani yang sudah menerapkan integrasi sawit-sapi. Kunjungan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di laksanakan pada tanggal 19 Oktober 2016 pada lokasi PKS Kertajaya milik PTPN VIII yang berlokasi di Jalan Raya Saketi-Malingping, Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Sementara itu, kunjungan lapang untuk pengamatan cover crop dilakukan pada beberapa titik lokasi di areal perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Lebak. Sedangkan kunjungan kelompok tani pelaku integrasi sawit-sapi/kerbau dilakukan di Kelompok Tani Sabilulungan yang berlokasi di Dusun KD Cikur, Desa Prb Gantungan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.

Kunjungan ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kertajaya PTPN VIII, Tim dari Puslitbangnak dengan didampingi oleh Tim Dishutbun Kabupaten Lebak diterima langsung oleh Kepala Pabrik dan Kepala Administrasi. Dalam kesempatan tersebut, telah digali banyak informasi mengenai produk limbah dari pengolahan kelapa sawit. Di Lokasi tersebut diambil sampel berupa tandan kosong, lumpur sawit, pelepah sawit, daun sawit, dan kernel. Di PKS tidak diambil sampel bungkil inti sawit karena PKS Kertajaya hanya memproduksi Crude Palm Oil (CPO) dan kernel sementara. Sementara itu untuk pengambilan sampel cover crop dengan mengambil semua vegetasi hijauan dengan ukuran 1 x 1 m pada beberapa titik lokasi untuk kemudian dilakukan penghitungan daya tampung ternak di perkebunan kelapa sawit. Pengamatan secara visual pada perkebunan kelapa sawit dari berbagai umur tanaman kelapa sawit, sebagian besar didominasi jenis Mucuna bracteata. (Pri/REP)

Bagikan Berita ini