EnglishIndonesian

Tingkatkan Kapabilitas SDM, Tim KKHB Balitbangtan Laksanakan Pelatihan Internal

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 18 Mei 2021.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Dr. drh. Agus Susanto, M.Si. berkesempatan membuka kegiatan Pelatihan Internal Tim Komisi Kesejahteraan Hewan Coba Balitbangtan (KKHB) yang dilaksanakan 17-19 Mei 2021 di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Segunung, Cianjur, Jawa Barat.

Dalam sambutannya Kepala Puslitbangnak menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia Tim KKHB. “Kegiatan KKHB diharapkan dapat menghasilkan terobosan-terobosan baru dalam menjamin kesejahteraan hewan dalam penggunaan hewan coba selama pelaksanaan kegiatan penelitian. Apabila memungkinkan mulai menginisiasi implementasi teknologi informasi untuk mengurangi ketidaknyamanan pada hewan,” ujar Kepala Puslitbangnak.

Pelatihan Internal ini menghadirkan narasumber dari Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Dewi Apri Astuti, KetuaTim KKBH Dr. drh. Sutiastuti Wahyuwardani, M.Si. dan peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) Dr. drh. Susan M Noor, MVSc.

Dalam pemaparannya, Ketua Tim KKHB mengatakan bahwa dasar pertimbangan pembentukan KKHB pada tahun 2015 antara lain adalah adanya tanggung jawab moral peneliti yang menggunakan hewan coba dalam melakukan penelitiannya. Disampaikannya pula bahwa Tim KKHB, yang disebut juga dengan Animal Care and Use Committee of Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (ACUC IAARD), memiliki tugas mereviu proposal penggunaan hewan coba; menilai kegiatan penelitian yang melibatkan hewan coba telah dilakukan dengan menerapkan kaidah-kaidah kesejahteraan hewan; memelihara dan mengembangkan Prosedur Operasional Standar KKHB.

Sementara itu Prof. Dewi Apri Astuti sebagai narasumber kedua memaparkan topik “Penerapan Kesrawan pada Pemeliharaan Ruminansia”. Disampaikannya bahwa beberapa prinsip yang harus diutamakan dalam suatu penelitian agar tujuan penelitian dapat diterima diantaranya jika ditujukan pada pemahaman prinsip biologis, prinsip perilaku bermanfaat bagi manusia, hewan atau ekosistem.

Prof. Dewi juga menyampaikan beberapa aspek yang perlu diperhatian terkait penggunaan ternak penelitian, diantaranya seragam, jumlah hewan yang akan digunakan, pemilihan metode yang dipilih, ketepatan prosedur dan perawatan pasca tindakan, metode euthanasia, tanggung jawab dan kompetensi peneliti dan teknisi hewan. Prosedur yang dilaksanakan harus menjamin 5F (Five Freedoms) yang perlu didapat pada pengelolaan ternak, yaitu bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari rasa sakit, bebas berperilaku normal dan bebas dari rasa takut dan stres.

Adapun Dr. Susan M Noor memaparkan topik “Prosedur Mereview Proposal Penggunaan Hewan Coba”. Peneliti BB Litvet ini menyatakan bahwa penggunaan hewan coba diupayakan memenuhi 3R, yaitu Replacement, Reduction, dan Refinement,

Maksud dari Replacement disini adalah penggunaan teknik/metode untuk menggantikan penggunaan hewan dalam penelitian, sementara Reduction adalah pengurangan jumlah hewan yang digunakan. Maksud dari Refinement yaitu meminimalkan perlakuan yang menyebabkan rasa sakit pada hewan coba. Dr. Susan juga menjelaskan tentang tata cara melakukan reviu pengajuan klirens etik.

Selain pelatihan, pertemuan ini juga melaksanakan reviu Proposal Kegiatan Penelitian Penggunaan Hewan, hasil perbaikan Proposal sesuai masukan dari Tim KKHB dan Revisi dokumen Formulir Pengajian Klirens Etik. (REP/NH)

Bagikan Berita ini