EnglishIndonesian

Tim RPIK Wilayah Jawa Timur Audiensi dengan Bupati Situbondo

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 21 Juli 2021.

Riset Pengembangan Inovasi Kolaboratif atau RPIK Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) 2021 direncanakan dilakukan multi years hingga 2024. Koordinator RPIK wilayah Jawa Timur audiensi dengan Bupati Situbondo pada tanggal 15 Juni 2021. RPIK Jawa Timur yang dikomandoi oleh Pusat Peneltian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) berlokasi di Kabupaten Situbondo dengan tema Kemandirian Pakan Berbasis Sumberdaya lokal.

Audiensi dihadiri oleh Bupati Situbondo beserta jajarannya (Sekretaris Daerah, Kadis PKH dan staf, Kadis Pertanian dan staf, Camat Kendit, dan staf, serta Kepala Desa Klathakan) dan Tim Balitbangtan (Plt. Harian RPIK, Kepala BPTP Jatim, BB Mektan, Kordinator Wilayah, Sekretaris).

Dalam arahannya Bupati Situbondo menyampaikan harapan agar kegiatan tetap berpihak kepada masyarakat petani dengan mengedepankan nilai tambah yang menguntungkan terhadap budidaya sorgum sebagai pakan ternak, terlebih untuk mengantisipasi resiko kegagalan dan meningkatkan daya saing (competitiveness) dengan komoditas lain.

Secara umum Kabupaten Situbondo mempunyai Agroekosistem Lahan Kering Iklim Kering yang cocok untuk pertanaman spesifik, yakni jagung, sorgum dan tanaman serealia lain. Permasalahan utama dalam usaha budidaya sapi potong adalah ketersediaan pakan sepanjang tahun. Usaha budidaya/bisnis sorgum sebagai pakan ternak telah diinisiasi sejak dua tahun lalu semenjak pandemic covid - 19 mewabah dan telah menjadi titik ungkit penumbuhan ekonomi baru berbasis pertanian.

Kegiatan RPIK Balitbangtan dilakukan secara kolaborasi antara Puslitbangnak dengan stake holder internal UPT Balitbangtan (BB Biogen, BB Mektan, BB Penelitian Veteriner, Balit Sereal, Balittanah, BPTP Jatim, dan Lolitsapi) dan eksternal (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Situbondo, Kadin Situbondo, Koperasi Sorgum Nusantara Jaya, dan BUMDES Desa Klathakan Kec. Kendhit Situbondo).

Kapuslitbangnak yang diwakili oleh Kepala BPTP Jatim menyampaikan prolog kegiatan berupa tujuan dan manfaat kegiatan. Selanjutnya Plt Harian RPIK Prof Ismet Inounu menyampaikan Bisnis model canvas yang memetakan Mitra Kerja, Registan Utama, Proposis Nilai, Kemitraan Pelanggan, Saluran Diseminasi, serta Peta Jalan kegiatan RPIK yang akan dilakukan selama 5 tahun ke depan. Di tahun pertama (2021) akan diinisiasi pembuatan pabrik pakan berbasis sumberdaya lokal, improvement teknologi budidaya dan pengolahan sorgum dan leguminosa lokal lainnya, penguatan kesehatan ternak, serta pendampingan dan penguatan kelembagaan petani/ternak.

Berdasarkan hasil sosialisasi teknologi Balitbangtan diketahui bahwa masyarakat Situbondo sangat membutuhkan teknologi benih dan teknologi pupuk untuk peningkatan provitas eksisting dari 40 ton/ha menjadi diatas 60 ton/ha. Kemudian juga diperlukan teknologi Alsin untuk mengurangi biaya panen yang tinggi (menekan biaya hingga 30%). (REP)

Bagikan Berita ini