EnglishIndonesian

Tim KKHB Sempurnakan Buku “Penanganan Rodensia Dalam Penelitian Sesuai Dengan Kesejahteraan Hewan”

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 13 Oktober 2021.

Tim Komisi Kesejahteraan Hewan Balitbangtan (KKHB) laksanakan pertemuan Koordinasi pada 11-12 Oktober 2021 di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Tim terdiri dari Dr. drh. Sutiastuti Wahyuwardani, MSi, Dr. drh. Susan M. Noor, MVSc, Dr. Ir. Bachtar Bakrie, MSc , Dr. Ir. Lisa Praharani,MSc, Drh. Prima Mei Widiyanti, MSi, Drh. Imas Sri Nurhayati,MSi dan Ir. Artaria Misniwaty.

Ketua KKHB Dr. drh. Sutiastuti W, MSi dalam arahannya menyampaikan diharapkan revisi/penyempurnaan buku “Penanganan Rodensia dalam Penelitian Sesuai dengan Kaidah Kesejahteraan Hewan’’ dapat diselesaikan pada tahun 2021.

Pertemuan kali ini dalam rangka revisi/penyempurnaan buku Penanganan Rodensia dalam Penelitian Sesuai dengan Kaidah Kesejahteraan Hewan. Adapun sesuai dengan saran dari Tim Evaluator IAARD Pres..

Buku “Penanganan Rodensia dalam Penelitian Sesuai dengan Kaidah Kesejahteraan Hewan’’ diterbitkan agar menjadi pedoman bagi para peneliti yang menggunakan hewan coba khususnya rodensia sebagai obyek dalam penelitian/pengkajian sesuai dengan panduan kesrawan yaitu memenuhi kaidah 3R dan 5F.

Kaidah 3R adalah replacement/penggantian, reduction/pengurangan, dan refinement/ pengayaan). Sedangkan 5F adalah freedom/ kebebasan: bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa sakit dan penyakit, bebas mengekspresikan perilaku alaminya dan bebas dari rasa takut dan stress.

Rodensia atau hewan pengerat merupakan hewan coba yang banyak digunakan dalam penelitian, yaitu mencapai sekitar 69% karena murah dan mudah untuk ditangani, rentang hidup yang singkat, mudah beradaptasi pada kondisi sekitarnya dan tingkat reproduksi yang cepat sehingga memungkinkan untuk penelitian. Hewan coba rodensia yang dimaksud adalah mencit, tikus, kelinci, dan marmot. Tikus dan mencit yang banyak digunakan dalam penelitian. (REP/AM)

Bagikan Berita ini