EnglishIndonesian

Temu Teknis Jabatan Fungsional Non Peneliti Balitbangtan

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 10 Agustus 2016.

Balitbangtan mengadakan kegiatan Temu Teknis Jabatan Fungsional Non peneliti lingkup Balitbangtan Tahun 2016 dengan tema “Peran fungsional non peneliti dalam mendukung perakitan dan penyebarluasan inovasi teknologi pertanian”. Acara yang diselenggarakan tanggal 10-11 Agustus 2016, bertempat di auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta Bogor dibuka oleh Sekretaris Balitbangtan yang diwakili oleh Drs. Joko Purnomo, MPS, selaku Kabag kepegawaian. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan “Temu Teknis ini merupakan wadah bertukar informasi dan berdiskusi sesuai bidang masing-masing”.

Temu teknis ini menampilkan 3 pemakalah utama yaitu Kepala Bagian Organisasi Kementerian Pertanian Dra. Esti Yulianti, MM, yang menyampaikan materi mengenai “Strategi Pembinaan Jabatan Fungsional Non Peneliti Kementan” dalam pemaparannya beliau menjelaskan tentang pengembangan kompetensi bisa melalui pendidikan dan pelatihan, seminar kursus dan penataran. Di Indonesia ada 142 jenis jabatan fungsional.

Pemaparan berikutnya dengan judul “Profesionalisme Rekayasa Dan Teknisi Litkayasa” disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Suhendar Sachoemar, Msc. (Kabag Pusbindiklat BPPT). Dari 247 juta penduduk Indonesia jumlah pegawai ASN 4,37 juta terdiri dari 891.509 orang pegawai pusat dan 3.471.296 orang.

Materi terakhir dari ke 3 pemakalah utama yaitu dengan judul “Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Supriadi yang menyampaikan ada 4 alasan memilih majalah yaitu cakupan, frekuensi penerbitan, contoh artikel dan cara penulisan.
Acara ini dihadiri oleh 212 orang terdiri dari pemakalah dan peserta yang berasal dari lingkup Balitbangtan. Pemakalah meliputi teknisi litkayasa, arsiparis, pustakawan, penyuluh, pranata humas, analis kepegawaian, pranata komputer dan lain-lain.

Hadir pada acara tsb. Pejabat fungsional non peneliti Puslitbangnak antara lain Ety Sugiarti dan Djajat S (arsiparis), Rahmawati (humas) dan Pringgo Pandu Kusuma (pustakawan). Setelah makalah utama disampaikan kegiatan temu teknis dibagi kedalam tiga kelompok untuk mengefektifkan waktu dan kefokusan dalam pembahasan kajian diskusi masing-masing. (REP/ RR/SS)

Bagikan Berita ini