EnglishIndonesian

Teknologi Kriopreservasi Primordial Germ Cell (PGC) pada Unggas

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 30 Januari 2017.

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang berlimpah, termasuk diantaranya adalah jenis-jenis ayam, baik ayam lokal asli Indonesia maupun ayam lokal introduksi yang telah lama beradaptasi di Indonesia. Potensi sumberdaya plasmanutfah unggas lokal yang berlimpah, sehingga materi genetik tersebut perlu dikonservasi untuk digunakan dalam pengembangan unggas diwaktu mendatang. Primordial Germ Cell (PGC) adalah sel asli (original cell) dari spermatogonia pada testes atau oogonia diovary. PGC pada unggas dapat dipanen dan disimpan di dalam nitrogen cair, sehingga dapat digunakan untuk konservasi materi genetik plasmanutfah unggas. Konservasi plasmanutfah unggas hidup, baik secara in-situ maupun ex-situ akan sangat mahal dan beresiko kematian yang tinggi akibat penyakit seperti flu burung.

Kriopreservasi PGC yang merupakan progenitor dari sel telur dan spematozoa, adalah cara alternatif untuk preservasi materi genetik baik pada unggas jantan maupun betina. Teknik untuk menghasilkan ayam germline chimeria telah dapat dilakukan dengan cara mentransfer PGC kedalam sirkulasi darah embrio. Perkawinan antara ayam chimera jantan dan betina akan menghasilkan keturunan yang berasal seluruhnya dari donor PGC.

Keterangan Gambar: 
A. Koleksi darah embrio umur 56 jam (stage 114-15);
B. Embrio resepien yang siap disuntik dengan PGC donor;
C. PGC ayam lokal;
D. Embrio hasil penyuntikan PGC donor yang siap ditetaskan;
E. Ayam Chimera yang telah dihasilkan Balitnak.

Sumber: Kostaman et al. JITV Volume 16 No. 3

Bagikan Berita ini