EnglishIndonesian

Technology Innovation and Collaboration in Livestock Production for Sustainable Food System

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 08 September 2021.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) gelar Seminar International tanggal 6-7 September 2021. Ini merupakan agenda tahunan Puslitbangnak. Ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang memasuki tahun ke dua, kegiatan ilmiah ini masih dapat diselenggarakan secara hybrid. Seminar Internasional pada tahun 2021 ini dengan tema “Technology Innovation and Collaboration in Livestock Production for Sustainable Food System”, Seminar tahun 2021 bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Mataram.

Menteri Pertanian Negara Republik Indonesia Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H., Keynote Speech sekaligus Membuka Seminar dalam sambutannya menyampaikan “Kegiatan seminar Ini sangat penting diselenggarakan. Hal ini dalam rangka menyampaikan hasil-hasil penelitian, serta sebagai sarana tukar menukar informasi dan pengetahuan terkini secara nasional dan global.

“Dari seminar ini saya berharap dapat dihimpun gagasan pemikiran dan teknologi terbaru yang dapat berkontribusi dalam mempercepat pembangunan pertanian berkelanjutan sehingga visi pembangunan pertanian Indonesia dapat terwujud. Para kolega akademisi dari luar negeri yang bergabung dalam seminar internasional ini diharapkan saling bergandeng tangan untuk membangun iklim riset yang updated.” tegas Mentan

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr Fadjri Jufry menyampaikan Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) merupakan salah satu Pusat Penelitian di lingkungan Balitbangtan yang bertugas menghasilkan invensi dan inovasi yang berkaitan dengan peternakan dan kesehatan hewan.

Salah satu mandatnya adalah menghasilkan rumpun/galur ternak baru dan atau varietas hijauan baru yang memiliki produktivitas unggul dan beradaptasi dengan baik terhadap perubahan iklim. Sejalan dengan itu kegiatan penelitian lainnya juga didorong untuk memperoleh teknologi pendukung dalam peningkatan produktivitas ternak yang lebih baik seperti nutrisi, reproduksi dan kesehatan hewan baik untuk unggas maupun ruminansia.

Hal lain yang disampaikan Kepala Balitbangtan adalah setelah invensi dihasilkan, saatnya untuk disampaikan kepada para pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, sektor swasta, industri serta petani kecil. Penemuan-penemuan di bidang peternakan dan kesehatan hewan dimaksudkan untuk mendukung sistem pangan khususnya dari sub sektor peternakan. Penemuan itu juga akan digunakan untuk mensejahterakan petani kecil, karena sebagai tulang punggung mereka, produksi daging, telur, dan susu sangat diandalkan. Karena 96% dari sumber protein hewani saat ini diproduksi oleh petani kecil.

Sidang Pleno hari pertama 6 September menghadirkan narasumber Prof. Dr. Heather Burrow dengan judul paparan Opportunities and Challenges to Increasing Productivity in Cattle Farmed by Smallholders in Asia and Africa. Kemudian dilanjutkan oleh Dr. Byeng R. Min dengan judul paparan Dietary Mitigation of Enteric Methane Emissions and Animal Production from Ruminants: Plant Tannins Mitigation Options

Sidang Pleno hari kedua 7 September 2021 menghadirkan 4 narasumber: Ir. Yudi G. Noor, IPU dengan judul paparan The Development of Dorper Sheep in Indonesia; Stephen Morris dengan judul paparan Dairy Production in New Zealand: Production Systems, Marketing and Role of Fonterra; Prof. Dr. Dennis Poppi dengan judul paparan Moving into More Profitable Beef Production Systems dan Prof. Dr. Jianlin Han dengan judul paparan Genomic Resources of Indigenous Chickens Inform the Rapid Improvement of Their Production Efficiency .(REP)

Bagikan Berita ini