EnglishIndonesian

Supervisi Program Utama Kementerian Pertanian di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 04 September 2020.

Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) yang terdiri dari Dr. Atien Priyanti dan Dr. Ratna Ayu Saptati telah melaksanakan kegiatan Supervisi Program Utama Kementerian Pertanian di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang yang dilaksanakan pada tanggal 4 September 2020.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan Ir. Puguh Santosa MMA. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh tim Puslitbangnak dan Lolitsapi, Dr. Peni Wahyu Prihandini. Acara sosialisasi dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, Kasubag, Kasie, Penyuluh, Operator Kostratani dan staf terkait.

Materi yang disampaikan adalah tentang Kostratani meliputi definisi, peran, tahapan pembentukan BPP, jenis data yang harus diinput dan dilanjutkan dengan praktek cara mengisi di aplikasi berikut penjelasan atas menu-menu di aplikasi Kostratani.  Setelah paparan materi selesai dilanjutkan dengan  disusul diskusi dan tanya jawab.

Berdasarkan KepMentan 84/2020, Puslitbangnak mendapat penugasan untuk mensupervisi Kegiatan Utama Kementan di wilayah Pulau Madura yang terdiri dari 4 kabupaten, yakni: Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. Salah satu kegiatan strategis dalam Supervisi Kegiatan Utama adalah Kostratani yang menjadi andalan dalam pembangunan pertanian, berbasis di Kecamatan, sehingga dipandang perlu untuk betul-betul membina dan membangun BPP.

Mengacu pada Pedoman Umum pembentukan Kostratani salah satu indikator adalah terdapat fasilitas belajar berupa demplot maupun sekolah lapang. Dalam hal ini, inovasi Balitbangtan dapat menjadi program aksi yang nyata dengan menciptakan BPP Kostratani sebagai core bisnis usaha dari aplikasi inovasi dimaksud. Tanpa ada peran penyuluh hasil inovasi ini tidak akan sampai ke masyarakat, sedangkan Balitbangtan memiliki tusi diseminasi, yang hasil riset harus disebarkan ke masyarakat. (REP/RAS)

Bagikan Berita ini