EnglishIndonesian

Subang Menjadi Kawasan Peternakan Sapi Potong

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 18 Oktober 2016.

Kementerian Pertanian telah menetapkan Kabupaten Subang sebagai salah satu lokasi pilot project Kawasan Peternakan Sapi Potong. Di masa yang akan datang diharapkan dapat menjadi salah satu sentra sapi potong di Indonesia yang dapat berkontribusi besar dalam mensuplai kebutuhan daging nasional. Hal tersebut mengemuka dalam FGD yang diselenggarakan oleh Biro Perencanaan, Kementan di Subang pada tanggal 7 Oktober 2016 bertempat di ruang pertemuan Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang di Subang. Hadir dalam FGD tersebut perwakilan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Ir. Narta, MS), Kabid Program dan Evaluasi Puslitbangnak (Dr. Eko Handiwirawan) dan Peneliti Lolit Sapi Potong (Ir. Mariyono, M.Si.)

Dalam Sambutan Pembukaan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drs. Rahmat Fatharrahman, M.Si. menyampaikan bahwa potensi pakan ternak di Kabupaten Subang sangat berlimpah dengan kapasitas tampung diperkirakan sekitar 524.000 Satuan Ternak, bersumber dari produk samping tanaman pangan (jerami padi), tebu atau tanaman pakan ternak lainnya, dan mensuplai pakan ternak untuk daerah lain. Sementara itu populasi ternak ruminansia besar di Kabupaten Subang saat ini sekitar 36 ribu ekor sehingga jika dibandingkan dengan kapasitas tampung Kab. Subang maka populasi ternak ruminansia memungkinkan untuk terus bertambah dan berpotensi besar untuk menjadi sentra dan Kawasan Peternakan Sapi Potong di masa mendatang. 

Narasumber dari Biro Perencanaan menyampaikan bahwa sesuai dengan Permentan 50/2012 bahwa Pendekatan Pembangunan Pertanian dilakukan melalui pembentukan Kawasan Pertanian.  Kawasan Pertanian merupakan gabungan dari sentra-sentra pertanian yang terkait secara fungsional baik dalam faktor sumber daya alam, sosial budaya, maupun infrastruktur, sedemikian rupa sehingga memenuhi batasan luasan minimal skala ekonomi dan efektivitas manajemen pembangunan wilayah.  Tiga Kawasan Peternakan Sapi Potong yang direncanakan dibentuk telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian sebagai pilot project adalah Kabupaten Subang (Jawa Barat), Kabupaten Lombok Timur (NTB) dan Kabupaten Kupang (NTT).
Keberhasilan kawasan seperti disampaikan narasumber dari Ditjen PKH dapat dilihat dari 4 indikator yaitu (1) Meningkatnya produksi, produktivitas dan mutu komoditas unggulan yang dikembangkan, (2) Meningkatnya aktivitas: pasca panen dan kualitas produk, pengolahan dan nilai tambah produk serta jaringan pemasaran komoditas unggulan yang dikembangkan, (3) Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha komoditas unggulan yang dikembangkan, (4) Meningkatnya penyerapan tenaga kerja, kesempatan berusaha dan pertumbuhan ekonomi daerah di kawasan.

Hasil FGD menghasilkan tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah yaitu (1) Pemerintah provinsi menyusun Masterplan yang ditetapkan melalui SK Gubernur, (2) Pemerintah kabupaten/kota menyusun Action Plan yang ditetapkan melalui SK Bupati, (3) Dokumen Masterplan dilengkapi dengan peta kawasan (minimal) skala 1:250.000 dan dokumen Action Plan dengan peta (minimal) skala 1:50.000, (4) Kawasan yang sudah dipetakan tersebut agar dimasukkan dalam revisi dan/atau penetapan Perda RTRW, dan (5) Penetapan manajemen kawasan peternakan. (EH/REP)

Bagikan Berita ini