EnglishIndonesian

Strategi Penyediaan Lahan dan Pembiayaan Usaha Pengembangan Kambing Domba Skala UKM

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 01 Maret 2017.

Bogor (1/3/2017), Usaha domba dan kambing memiliki prospek yang baik dengan indikasi meningkatnya permintaan komoditas tersebut di dalam negeri. Hal ini dipicu dengan meningkatnya kebutuhan domba dan kambing guna memenuhi permintaan pada Hari Besar Keagamaan (Idul Qurban) disamping untuk aqiqah. Akhir-akhir ini, terdapat permintaan ekspor dari beberapa negara tetangga (Singapura dan Malaysia), sehingga diperlukan langkah tindak lanjut untuk merebut peluang ekspor dimaksud. Pengadaan bibit, penyediaan lahan dan akses pembiayaan ditengarai menjadi titik ungkit yang perlu didukung dalam pengembangan usaha domba dan kambing.

Sehubungan dengan hal tersebut, Puslitbangnak bekerjasama dengan Himpunan Peternakan Domba dan kambing Indonesia (HPDKI) telah melakukan round table meeting (RTM), 1 Maret 2017 di Bogor. RTM ini bertemakan “Strategi Penyediaan Lahan dan Pembiayaan Usaha Pengembangan Domba-Kambing Skala UKM” dengan tujuan memberikan alternatif/opsi kebijakan yang operasional dalam pengembangan usaha domba dan kambing skala UKM yang berorientasi ekspor. Narasumber yang kompeten meliputi: (1) Ketua Umum HPDKI, (2) Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Kemenko Perekonomian, (3) Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa, Kemendes PDT dan Transmigrasi, (4) Direktur Usaha Jasa Lingkungan dan Hasil Hutan Kayu Bukan Produksi, dan (5) Peneliti senior Puslitbang Peternakan. Pertemuan dihadiri oleh 50 peserta dari berbagai institusi pemerintah maupun stakeholder sterkait, diantaranya Perguruan Tinggi (IPB, UNPAD, UNSOED), Kementerian Pertanian (Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian), Dinas Provinsi Jawa Barat (Ketahanan Pangan dan Peternakan, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), HPDKI serta organisasi profesi (PB-ISPI dan PB-PDHI).

Hasil diskusi merumuskan bahwa diperlukan adanya program aksi pada ”satu lokus” yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa untuk mempercepat peningkatan populasi domba dan kambing. Sinergitas lintas sektor sangat diperlukan untuk memenuhi permintaan ternak domba dan kambing melalui dukungan dan fasilitas penyediaan lahan dan akses pembiayaan yang terjangkau. Dalam rangka merebut peluang ekspor bagi pasar Singapura dan Malaysia, hal ini dapat ditindaklanjuti melalui kerjasama HPDKI dengan Kementerian Pertanian yang sedang menyusun grand design pembangunan wilayah perbatasan sebagai lumbung pangan dan orientasi ekspor. (TM/REP)

Bagikan Berita ini