EnglishIndonesian

Standarisasi Manajemen Itik Petelur

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 16 September 2022.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) laksanakan Seminar Berkala pada tanggal 15 September 2022. Seminar dibuka oleh Koordinator KSPHP Dr. Andi Saenab, yang dalam sambutannya  menyampaikan permohonan maaf Kapuslitbangnak tidak dapat bergabung karena ada tugas lain yang tidak dapat ditunda. Selanjutnya beliau juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber dan peserta yang sudah bergabung dalam kegiatan seminar berkala bulan September 2022.

Narasumber seminar berkala bulan September adalah Dr. Triana Susanti dengan judul paparan Standarisasi Manajemen Itik Petelur dan Komarudin Spt MSi dengan judul Ayam GaoSi-1 Agrinak.

Dr. Triana susanti menyampaikan ciri itik petelur adalah pertumbuhannnya lambat, bobot badan sedang, bentuk badan tinggi, tulang lebih banyak daripada daging dengan produksi telur yang  tinggi. Ciri seperti ini terdapat pada semua itik lokal.

Itik Mojosari-1 Agrinak  didapatkan dari hasil selekasi  rumpun itik Mojosari. Sedangkan itik Master-1 Agrinak didapatkan dari hasil seleksi rumpun itik Alabio. Kemudian Mojosari -1 Agrinak jantan dikaawinkan dengan Alabimaster-1 Agrinak betina akan menghasilkan hibrida master /petelur unggul, final stock atau bibit niaga.

Terkait bibit itik petelur telah ditetapkan 4 SNI  tentang bibit induk yaitu: Nomor 7557: 2009 tentang bibit induk (parent stock) itik Alabiomuda; Nomor 7558: 2009 tentang bibit induk (parent stock) itik Alabiomeri; Nomor 7559:2009 tentang bibit induk parent stock itik Mojosari Muda.

Selain itu juga telah ditetapkan 4 SNI  tentang bibit niaga yaitu Nomor 7360 2008 tentang bibit niaga (final stock)  Alabio Dara; Nomor 7358: 2008 tentang bibit niaga (final stock) itik Alabio Meri umur sehari; Nomor 7357:2008 tentang bibit niaga (final stock) itik Mojosari Meri umur sehari; Nomor 7359:2008 tentang bibit niaga (final stok) itik Mojosari Dara.

Sementara itu, SNI pakan itik petelur telah ditetapkan Nomor 3908 :2017 tentang pakan Meri petelur (laying duck starter); Nomor: 3909: 2017 tentang pakan itik petelur dara (laying duck grower); Nomor 3910: 2017 tentang pakan itik petelur masa produksi (duck layer) ; Nomor 7782: 2013 tentang pakan konsentrat itik petelur.

Produk utama usaha ternak itik adalah telur itik, daging itik dan DOD. Tahapan pertumbuhan dan produksi itik Master sejak DOD sampai afkir umur 2 tahun adalah periode pertumbuhan starter (DOD sampai umur 2 bulan:, periode pertumbuhan (grower 2 sampai 5 bulan) dan periode produksi telur 5 sampai 24 bulan.

Terkait telur asin telah ditetapkan SNI Nomor  01-4277-1996 jenis yang diuji adalah keadaan (bau, warna dan penampakan),  garam,  cemaran mikroba (Salmonella dan Staphylococcus aureus).

Narasumber kedua Komarudin menyampaikan Ayam GaoSi-1 Agrinak  sudah ditetapkan dengan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 692/KPTS/PK.040/M/11/2021. Seleksi pada rumpun ayam Gaok ini yang ini membentuk Galur ayam lokal tipe pedaging baru yakni ayam Gaok terseleksi.

Populasi dasar ayam GaoSi-1 Agrinak adalah ayam Gaok asli yang berasal dari Madura yang didatangkan ke Balai Penelitian Ternak. Seleksi ayam untuk menghasilkan GaoSi-1 Agrinak dimulai pada tahun 2013. Kriteria seleksi yakni bobot ayam bobot jantan umur 10 minggu dengan proporsi seleksi 25% tertinggi. Perkawinan diatur untuk menghindari perkawinan sedarah.

Pemeliharaan dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan dan telah memenuhi persyaratan kesejahteraan hewan dari komisi kesejahteraan hewan Badan Litbang pertanian dengan Nomor: Balitbangtan/Balitnak/A/ 01/2020.

Ada 7 jenis vaksin yang diberikan Marek, ND IB, Gumboro A, GumboroB,  ND Lasota, ND  IB EDS.  Pada fase starter anak ayam dipelihara dalam kandang box brooder dengan ukuran 70 x 70 x  40 cm. Umur 1 hari - 5 minggu setiap box brooder diberikan lampu 100 watt sebagai pemanas dan diisi maksimal 20 ekor.

Warna bulu ayam Gaosi jantan seragam dengan warna dasar hitam kehijauan dengan bulu penutup dan bulu leher berwarna putih silver kekuningan serta bulu ekor berwarna hitam kehijauan. Sedangkan ayam betina warna bulu ayam GaoSi-1 Agrinak bervariasi dengan bulu leher lurik.

Seminar sangat menarik perhatian peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Pertanyaan terkait bagaimana cara menyusun pakan ternak yang murah dan mencukupi nutrisisnya, bagaiman cara mendapakan bibit yang murah, dll. (REP)

Bagikan Berita ini