EnglishIndonesian

Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 13 September 2021.

Dalam rangka melindungi karyawan dan karyawatinya dari narkotika, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) laksanakan Sosialisasi Mencegah Dan Pemberantasn Penyalahgunaan Narkotika pada Jum’at, 10 September 2021 di kantor Puslitbangnak.

Sosialisasi Mencegah Dan Pemberantasn Penyalahgunaan Narkotika dibuka dengan sambutan Kepala Puslitbangnak, “Narkoba atau narkotika itu sangat berbahaya sekali, saya harap kita semua jangan sampai terjerumus atau mencoba – coba untuk menikmatinya. Kita sebagai masyarakat harus proaktif mengamankan dan mengawasi lingkungan yang ada terutama untuk keluarga kerabat dan sanak famili”.

Selain itu beliau juga menyampaikan narkotika ini sangat lah gampang untuk diperoleh karena begitu pintar si pengedar dalam penyelundupan narkoba, ada yang lewat permen, makanan, lewat perut, lewat benda – benda yang mungkin bisa diselipi narkotika, dan lain sebagainya. Oleh karena itu saya berharap kita semua bisa senantiasa dalam keadaan bahagia lahir dan batin dan keluarga terlindungi dari bahayanya narkotika.

Di penghujung sambutannya Agus Susanto menyampaikan “Sepemahaman saya kalo seseorang sudah terjerumus kedalam pergaulan narkoba akan sulit untuk menetralisasikannya kembali. Semoga pertemuan ini bermanfaat untuk keluarga besar Puslitbangnak baik yang melalui online dan offline”, pungkasnya.

Pemaparan pertama disampaikan oleh Ibu Wely dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor dengan topik Implementasi Inpres No 2 Tahun 2020 Tentang Ran P4GN. Presiden RI pada Tahun 2014 menyatakan di UGM, bahwa “Indonesia Darurat Narkoba”.

Untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkotika kita harus sepakat: Semua kementerian/lembaga harus bergerak bersama dan menghilangkan ego sektoral. Kemudian nyatakan perang terhadap jaringan narkoba dan penanganan hukum harus lebih keras dan lebih tegas lagi. Lalu menutup semua celah penyelundupan narkoba di pintu-pintu masuk, pelabuhan, bandara, maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil;

Selanjutnya gencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba kepada generasi muda; Yang tidak boleh lengah dan harus dilaksanakan adalah meningkatkan pengawasan yang ketat pada lapas dan lakukan pengecekan secara rutin dan mendadak. Dan lakukan Rehabilitasi penyalah guna dan pecandu narkoba, secara efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba terputus.

Beberapa hal yang dapat dilakukan instansi untuk program pencegahan adalah sebagai berikut: Pembentukan reguulasi P4GN baik bidang pencegahan, rehabilitasi, pemberantasan penggunaan narkotika dilingkungan internal instansi dan bagi mitra instansi; Dalam kegiatan diklat prajabatan dan diklat teknisi instansi pemerintah, serta sosialisai berkala bagi ASN perlu ditambahkan materi tentang narkoba. Pemanfaatan media komunikasi pada instansi pemerintah misalnya videotron TV plasma, website, majalah dan media lainnya yang memiliki potensi untuk menyebarluaskan informasi pencegahan narkoba.

Perlu dibentuk relawan anti arkoba dari ASN dilingkungan instansi pemerintahan yang dapat mendukung pelaksanaan pencegahan diinstansi maupun lingkungan sekitar tempat masyarakat tinggal dan Instansi juga secara aktif memberikan informasi jika terdapat penyalahgunaan narkotika dan membuat logo “War on Drugs” pada kegiatan Annual Event Instansi

Pemaparan kedua disampaikan oleh Eko Sumartono, S.I.KOM, dikutip dari sebuah quotes dari L. Frank Baum “Kamu Punya Banyak Keberanian, Aku Yakin. Yang Kamu Butuhkan Adalah Kepercayaan Diri. Tidak Ada Makhluk Hidup Yang Tidak Takut Ketika Menghadapi Bahaya. Keberanian Sejati Adalah Dalam Menghadapi Bahaya Ketika Kamu Takut, Dan Keberanian Semacam Itu Kamu Miliki Dalam Banyak Hal. ”, Artinya bahwa untuk menolak suatu tindakan yang tidak pada tempatnya harus memiliki keberanian yang tinggi dan kokoh.

Penyebaran atau penyelundupan narkotika di Indonesia 80% nya menggunakan jalur laut, dikarenakan kondisi geografis Indonesia mayoritas berupa lautan maka kondisi ini dimanfaatkan oleh para sindikat untuk melakukan pemyelundupan narkotika dari luar negeri.

 Kegiatan sosialisasi Mencegah Dan Pemberantasn Penyalahgunaan Narkotika dilaksanakan secara offline dan online diikuti oleh karyawan/karyawati Puslitbangnak. (REP)

Bagikan Berita ini