EnglishIndonesian

Sosialisasi Aplikasi KALDU EMAS dan SIGAP UPG di Puslitbangnak

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 17 Desember 2021.

Tim Inspektorat Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian terdiri dari Kadri Yulizar, S.Pt., M.Si., Rima Efenti Megasari, S.Ikom., M.Ikom., Yunita Sari, SH., dan Triatmoko Ary Wibowo melaksanakan sosialisasi Aplikasi KALDU EMAS dan Aplikasi SIGAP UPG di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) pada Kamis, 16 Desember 2021. Sosialisasi dilaksanakan dalam rangka Pemasyarakatan Anti Korupsi Lingkup UPT Kementerian Pertanian Tahun 2021.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara hybrid, yakni offline diikuti oleh seluruh staf Puslitbangnak yang sedang WFO dari Aula Kaliandra Puslitbangnak, serta online melalui aplikasi zoom diikuti staf Puslitbangnak yang sedang WFH dan seluruh staf dari Loka Penelitian Sapi Potong dan Kambing Potong.

Dr. Eko Handiwirawan selaku Koordinator PE mewakili Kepala Puslitbangnak mengapresiasi sosialisasi Aplikasi KALDU EMAS dan SIGAP UPG ini. “Puslitbangnak beruntung karena termasuk satker yang pertama mendapat informasi terkait aplikasi penting ini. Harapannya semua dapat memahami penjelasan yang disampaikan dan kedua aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik”, ujar Dr. Eko dalam sambutannya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Kadri Yulizar, S.Pt., M.Si. dari Inspektorat Jenderal. “KALDU EMAS dan SIGAP UPG merupakan aplikasi yang di launching saat Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) dan sudah ada SK untuk penerapannya di Kementerian Pertanian oleh Itjen sehingga aplikasi ini harus dimanfaatkan untuk pengaduan masyarakat dan laporan gratifikasi di lingkup Kementerian Pertanian”, papar Kadri Yulizar, M.Si.

Pemanfaatan aplikasi KALDU EMAS mengacu pada Permentan No. 77 Tahun 2013 tentang pengaduan masyarakat dan SK Irjen Nomor B-3221/Kpts/OT.210 tentang Aplikasi KALDU EMAS di Lingkungan Kementan. Selama ini pengaduan masih dilakukan secara manual sehingga untuk mempermudah dan mempercepat pengelolaannya diubah menjadi secara elektronik. Pengaduan masyarakat adalah penerapan dari pengawasan masyarakat yang disampaikan ke aparatur negara terkait berupa sumbang pikiran, saran, gagasan, keluhan, pengaduan yang bersifat membangun. Aplikasi KALDU EMAS dapat di akses melalui laman http://dumas.pertanian.go.id/

Pemanfaatan aplikasi SIGAP UPG mengacu pada Permentan Nomor 97/Permentan/OT.140/7/2014 tentang Pedoman Pengelolaan Gratifikasi Lingkup Kementerian Pertanian dan SK Itjen Nomor B-3220/Kpts/OT.210/11/2021 tentang Aplikasi SIGAP UPG. Aplikasi ini memiliki fungsi sebagai kanal pelaporan gratifikasi secara online, unit kerja/UPT dapat mengadministrasi laporan gratifikasi, pemantauan laporan gratifikasi serta adanya bukti pelaporan yang didapatkan. Latar belakang dari pengembangan aplikasi ini untuk mempermudah administrasi dan pelaporan gratifikasi agar selaras dengan KPK, serta meningkatkan efektifitas pengelolaan gratifikasi di lingkungan Kementan. Gratifikasi dilaporkan dengan aplikasi SIGAP UPG melalui laman https://sigap-upg.pertanian.go.id/.

Kegiatan sosialisasi diikuti secara antusias oleh peserta, tampak dalam sesi diskusi banyak pertanyaan yang diutarakan baik di ruangan maupun dari peserta di zoom. Terdapat berbagai saran dan masukan yang baik dalam sesi diskusi ini seperti perlu ada jaminan keamanan dalam pelaporan melalui aplikasi, dilakukan screening terhadap laporan yang masuk, aplikasi ditautkan di website Puslitbangnak, adanya keaktifan dari penerima gratifikasi untuk melaporkan penerimaan secara mandiri melalui aplikasi SIGAP, serta aplikasi yang ada diharapkan dapat memudahkan, bukan menyulitkan karena beragamnya latar belakang ASN di Kementan. Acara diakhiri dengan penyerahan banner dan stiker dari Inspektorat Jenderal kepada Puslitbangnak terkait pengaduan masyarakat dan pelaporan gratifikasi.(RAC/REP)

Sumber :

Langsung

Bagikan Berita ini