EnglishIndonesian

Sinergikan Program Pembangunan Peternakan, Tim RPIK Balitbangtan Audiensi dengan Pemprov NTB

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 26 Mei 2021.

Tim Riset dan Pengembangan Inovasi Kolaboratif (RPIK) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) selaku koordinator berkesempatan melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Sekretaris Daerahnya pada 25 Mei 2021 di Kantor Pemprov NTB. Tim RPIK Balitbangtan dipimpin oleh Prof.(R) Dr. Ismeth Inounu dan didampingi antara lain oleh Kepala BPTP NTB Dr. Awaluddin Hippy, Dr. Astu Unadi, Dr. Tanda Panjaitan, Dr. Eko Handiwirawan dan Dr. Atien Priyanti. Sementara dari Pemprov NTB dipimpin oleh Asisten Daerah II Ir. Ridwan Syah, MT. yang didampingi oleh seluruh SKPD yang membidangi tusi pertanian dan peternakan. Hadir pula pada kesempatan tersebut pelaku usaha sapi dari PT. KASA Lampung Ir. Didiek Purwanto.

Kepala Puslitbangnak Dr. drh. Agus Susanto, M.Si. yang hadir secara daring melalui aplikasi zoom menyatakan bahwa sinergitas program pembangunan yang ada di Kementerian Pertanian dengan Pemprov NTB sangat diperlukan guna mewujudkan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. “Kita ketahui bahwa kita perlu mensinergikan program-program yang ada di Kementan dengan pemerintah provinsi, dalam hal ini Pemprov NTB, sebagai upaya untuk mewujudkan pemulihan ekonomi nasional yang terpuruk akibat pandemik Covid ini,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Tim RPIK menyatakan bahwa program RPIK di NTB berupa integrasi jagung-sapi di Kab. Sumbawa. Tujuannya adalah meningkatkan populasi sapi potong melalui kemandirian pakan. Hal ini dilakukan dengan perekayasaan alat mesin pertanian guna mengoptimalkan biomasa jagung dengan jumlah yang sangat besar.

Niat Balitbangtan mensinergikan Program RPIK dengan program Pemprov tersebut disambut baik oleh Pemprov NTB. Asda II NTB menyatakan dukungannya dalam hal ini seiring dengan pencanangan seluas 10 ribu hektar lahan di Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa sebagai area food estate yang ditargetkan selesai pada tahun 2023. “Sinergisme program aksi yang nyata diharapkan dapat langsung dilaksanakan dengan baik, sehingga upaya mewujudkan program ini dapat berhasil sesuai master plan yang telah dibangun,” pungkas Ridwan.

Selanjutnya Tim RPIK Puslitbangnak akan melakukan audiensi lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa beserta jajaranya dan melakukan survei baseline di lokasi yang telah ditentukan. (NH/AP)

Bagikan Berita ini