EnglishIndonesian

Si BoBa Sistem Informasi Pendugaan Bobot Badan Berbasis Android pada Sapi Potong

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 22 Oktober 2021.

Seminar berkala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) bulan Oktober dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2021. Koordinator Kerjasama dan Pendayaguaan Hasil Penelitian (KSPHP) Dr. Andi Saenab menyampaikan sambutan Kepala Puslitbangnak sekaligus membuka seminar berkala. Dalam sambutannya Kapuslitbangnak menyampaikan bahwa suatu negara akan disebut maju apabila teknologi dan sumberdaya manusianya maju. Harapannya peserta seminar berkala dapat lebih aktif memberikan saran dan masukan dari paparan yang akan disampaikan narasumber.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Dicky Pamungkas. Beliau adalah peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong. Paparan disampaikan dengan judul APLIKASI Si BoBa Sistem Informasi Pendugaan Bobot Badan Berbasis Android pada Sapi Potong. Keuntungan menggunakan aplikasi siboba yaitu adalah adanya Alternatif atau pilihan cara menduga bobot badan sapi. Kemudian metode ini juga mengurangi stress ternak dan mudah digunakan serta dan efisien tenaga, waktu dan biaya. Akurasi pendugaan mencapai 93,86%. Sehingga kesalahan pendugaan sangat kecil yaitu 6,14%. Saat ini masih dikembangkan SiBoBa versi 2.0.yang berbasis android mnggunakan camera phone yang terintegrasi dengan sensor. Dengan sistem ini akan didapat rekaman bentuk badan sapi tampak samping dan belakang yg diterjemahkan sebagai panjang badan dan lingkar dada. Dr Dicky Pamungkas sudah memperoleh 3 hak cipta yaitu untuk Pusat Genom Pertanian Indonesia (PGPI, RK2018, 2017, 2015), Siboba (Sistem Informasi Pendugaan Bobot Badan Sapi Potong Berbasis Android) dan Sicebun (Sistem Informasi Deteksi dan Pencatatan Sapi Bunting Berbasis Android)

Materi kedua disampaikan oleh April H Wardhana, SKH, MSi, PhD, Beliau adalah peneliti di Balai Besar Penelitian Veteriner. Paparan yang disampaikan dengan judul: Pengembangan Metode Biosensor. Dan Artificial Intelligence Untuk Diagnosis. Trypanosomiasis (Surra). Penelitian ini dilakukan bersama tim yang terdiri dari: Dr. Dyah H Sawitri, Hasim Munawar Mphil, Dr. Romsyah Maryam, dan Drh. Fathia Amadhani. Trypanosomiasis (Surra) pada ternak disebabkan oleh parasit protozoa darah, yaitu Trypanosoma evansi. Penyakit ini menyerang berbagai jenis hewan seperti kuda, unta, kerbau, sapi, kambing dan domba termasuk babi. Beberapa metode diagnosis di lapang memiliki kelebihan dan kekurangan, salah satu diantaranya juga terbilang mahal. Pengembangan metode diagnosis Surra berbasis bio-sensor diharapkan memberikan piranti alternatif untuk digunakan dalam pengendalian Surra di lapang. Disamping itu, penggunaan teknik artificial intelligence untuk mendeteksi morfologi parasit ini pada preparat ulas darah diharapkan memberikan kemudahan bagi petugas laboratorium. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Prototipe Biosensor Surra yang dikembangkan terbukti mampu membedakan serum positif dan negatif sehingga berpotensi untuk dijadikan piranti dalam mendeteksi surra di lapang. Namun demikian, untuk menyempurnakan respon interaksi antara protein dan antibodi surra maka perlu dilakukan uji stabilitas, sensitivitas dan spesifitas. Demikian juga metode Artificial Intelligence terbukti efektif dapat dikembangkan untuk deteksi morfologi T. evansi dan dapat diaplikasikan untuk jenis parasit yang lain. (REP)

Bagikan Berita ini