EnglishIndonesian

Sepuluh Kelompok Tani di Kabupaten Cianjur Akan Menjadi Lokasi Pengembangan Ayam KUB

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 01 Juli 2021.

Telah dilakukan verifikasi Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) dan Diseminasi Ayam KUB pada Rabu-Kamis, 23-24 Juni 2021 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat oleh Drs. Isbandi, Gresy Eva Tresia, M.Si, Sepdrian, S.Kom, Pringgo Pandu Kusumo dan Muhamad Farid.

Kegiatan ini merupakan tindaklanjut hasil Pertemuan Koordinasi Perunggasan yang diselenggarakan oleh Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tanggal 11 Juni 2021 yang lalu.

Setelah dilakukan verifikasi, disimpulkan bahwa 10 lokasi dianggap layak untuk dijadikan mitra pengembangan ayam KUB di Kabupaten Cianjur. Kelompok tersebut berlokasi di Desa Sukasari Kecamatan Cilaku, Desa Cikaroya Kecamatan Warungkondang, Desa Sukajadi, Susukan dan Cidadap Kecamatan Campaka, Desa SUkajembar Kecamatan Sukanagara, Desa Bangbayang Kecamatan Gekbrong, Desa Jati Kecamatan bojong Picung, Desa Kertamukti Kecamatan Hurwangi dan Desa Longansari kecamatan Karang Tengah.

Sebagian besar kelompok peternak telah memiliki kandang dan fasilitas pendukung. Kesepuluh kelompok tersebut adalah: Unggul Berkah, Demplot UPTD, Sugih Tani, Yamuyaka, Berkah Jaya, Bhakti Mukti, Bina Mandala, Sawargi Unggas, Srikandi Unggas, Simpai Putra Mandiri. Dari 10 kelompok 5 kelompok diantaranya sudah punya mesin tetas yaitu kelompok Demplot UPTD, Sugih Tani, Sawargi Unggas, Srikandi Unggas. Hal ini sangat menunjang untuk tujuan pengembangan usaha sebagai penyediaan DOC.

Perlu diketahui bahwa untuk diseminasi ini, paket teknologi yang diberikan adalah DOC ayam KUB dan pendampingan. Sementara untuk penyediaan pakan dan vaksin dari kelompok peternak itu sendiri. Seluruh kelompok peternak yang telah diverifikasi tersebut menyanggupi hal demikian.

Beberapa kelompok telah memahami cara mencampur pakan komersil dengan dedak, maupun menformula pakannya sendiri. Namun demikian, diperlukan pendampingan atau bimtek agar peternak lebih memahami cara mencukupi kebutuhan nutrisi ayam KUB sesuai status fisiologisnya maupun dari aspek kesehatan hewan. (REP)

Bagikan Berita ini