EnglishIndonesian

Puslitbangnak Terima Kunjungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 25 Januari 2022.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), Dr. Agus Susanto, didampingi Kabag TU, Ir. Narta MSi, Koordinator Program dan Evaluasi (PE), dan Koordinator Kerjasama dan Pendayagunaa Hasil Penelitian (KSPHP) menerima kunjungan Tim Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang terdiri dari Bapeda dan Setda Kabupaten Sumbawa pada 24 Januari 2022 di kantor Puslitbangnak.

Kunjungan ini dimaksudkan dalam rangka konsultasi dan diskusi terkait potensi kegiatan penelitian dan pengembangan sektor peternakan. Seperti sudah diketahui di Kabupaten Sumbawa saat ini sudah ada Program Food Estate dengan lahan seluas 20 ribu ha. dan akan dikembangkan menjadi 200 ribu ha.

Dalam diskusi Dr. Atien menyampaikan sarana yang paling penting dibenahi adalah air. Kalau biasanya produksi jagung hanya 20 ton/ha/thn, dengan pengairan yang baik produksi per ha jagung dapat mencai 30 ha/ton/thn. Dengan lahan seluas itu akan menghaslkan limbah pertanian dalam jumlah besar. Artinya akan ada jumlah limbah pertanian yang besar untuk bahan pakan ternak. Dengan tata kelola air yang  baik panen jagung yang tadinya hanya 1 kali setahun dapat ditingkatkan menjadi 2 kali dalam setahun.

Selain itu disampaikan juga bahwa untuk meningkatkan sektor peternakan harus bersinergi dengan kementerian diluar Kementerian Pertanian seperti PUPR, Kementerian Perdagangan, Transmigrasi, Koperasi dll.

Koordinator KSPHP, Dr. Andi Saenab, juga pernah melakukan penelitian di Sumbawa dengan memberikan pakan ternak untuk pedet yang kurang mendapatkan pakan karena sangat sedikit pakan yang tersedia pada saat musim kemarau. Untuk mendapatkan ternak yang sehat manajemen pemeliharaan ternak harus dimulai dari pedet. Pakan yang diberikan berupa wafer. Hasilnya dalam waktu 3 bulan pedet kembali normal dan sehat.

Pengalaman seperti ini sangat baik disampaikan kepada peternak di Kabupaten Sumbawa untuk merubah mindset mereka. Dengan perbaikan pakan akan menghasilkan ternak yang sehat dan akhirnya akan meningkatkan jumlah produksi daging. Ini artinya akan meningkatkan jumlah pendapatan dan kesejahteraan peternak. (REP)

Bagikan Berita ini