EnglishIndonesian

Puslitbangnak Survei Kebutuhan Pakan Ternak di PT. Agrisatwa Jaya Kencana

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 18 Januari 2017.

PT. Agrisatwa Jaya Kencana adalah perusahaan penggemukan sapi potong lokal yang terletak di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur yang disurvey oleh Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), M. Ikhsan Shiddieqy, S.Pt dan Singgih Setyawan, S.Pt pada tanggal 29 November 2016. Perusahaan penggemukan sapi ini sudah dimulai sejak tahun 2001 dengan kandang seluas 2 hektare dan perkantoran 100 m2. Jumlah karyawan (tetap dan harian) sebanyak 70 orang, 1 diantaranya dokter hewan yang bertugas untuk menangani penyakit ternak. Jumlah ternak yang dipelihara sebanyak 1.800 ekor jantan. Selain itu perusahaan ini juga memelihara 50 ekor betina untuk pembibitan yang dipelihara dengan cara digembalakan. Kapasitas kandang yang dimiliki adalah untuk 2.000 ekor. Dalam satu bulan, perusahaan rata-rata menjual 400 ekor ternak, dengan harga jual Rp. 45.000-50.000 per kg bobot hidup. Ternak bakalan berasal dari pasar ternak di sekitar Kabupaten Malang.

Untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak diperoleh dari tebon jagung yang masih terdapat jagung muda di batangnya. Kebutuhannya sebanyak 6-7 ton per hari. Tebon jagung berasal dari sekitar Malang, Mojokerto, dan Blitar. Perusahaan membeli dengan harga Rp. 450/kg untuk tebon tanpa jagung dan Rp. 700/kg untuk tebon yang memiliki jagung muda. Hijauan dipasok setiap hari, dan langsung diberikan kepada ternak di hari yang sama. Hijauan selalu diberikan segar setelah terlebih dahulu dicacah dengan mesin pencacah.

Perusahaan memiliki pabrik konsentrat dengan unit mixer berukuran besar berkapasitas produksi sebanyak 20 ton per hari. Bahan konsentrat sebagai penyusun konsentrat komplit terdiri dari pollard, onggok, bungkil sawit, bungkil kedelai, dedak padi, tebon jagung, bungkil kapuk, kopra, dan tepung ikan. Kendala dalam penyediaan konsentrat adalah harga pollard dan jagung yang berfluktuasi dan tidak stabil. Perusahaan mencari jalan keluar dengan saling mensubstitusi bahan konsentrat agar tetap diperoleh kandungan nutrisi sesuai dengan kebutuhan.

Selama populasi stabil dengan jumlah 1.800-2.000 ekor, maka ketersediaan hijauan cukup memadai dari sumber lahan HPT di wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya. Perusahaan akan mempertimbangkan penggunaan hijauan kering (hay) ketika akan melakukan penambahan populasi. Hay juga harus dikaji terlebih dahulu karena harus memiliki kandungan nutrisi sesuai dengan yang ditetapkan oleh perusahaan. (REP)

Bagikan Berita ini