EnglishIndonesian

Puslitbangnak Masyarakatkan Ayam KUB Lewat Bimbingan Teknis Budidaya Ternak Unggul

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 12 Juli 2021.

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan dikenal juga dengan nama ayam KUB, dan sudah ditetapkan dengan SK Mentan No 274/Kpts/SR. 120/2/2014. Ayam KUB ini merupakan ayam kampung asli yang diseleksi selama 6 generasi. Seleksi dimaksudkan untuk peningkatan produksi telur dan penurunan sifat mengeram. Seleksi dimulai dengan mengambil ayam kampung di Jawa Barat yaitu Ciawi, Cigudeg, Depok, Cianjur dan Jatiwangi. Demikian disampaikan oleh Dr. Tike Sartika, peneliti di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) selaku narasumber pada Bimtek Budidaya Ternak Unggul ayam KUB Jum at, 9 Juli 2021 yang digelar oleh Puslitbangnak.

Disampaikan juga ada 3 segmen usaha kelompok peternak yaitu: Pembesaran mulai DOC s/d 10 mg, utk ayam potong, Pemeliharaan Induk untuk menghasilkan telur tetas dan 3. Penetasan untuk menghasilkan DOC nebggunakan mesin Tetas). Untuk mencegah terjangkitnya penyalit pada ayam perlu dilakukan vaksinasi (ND IB, Gumboro dan ND) sesuai jadwal. Ayam. Keunggulan ayam KUB adalah produksi telurnya 160-189 butir per tahun, sifat mengeramnya hanya 10%, umur pertama bertelur 22-24 minggu dan bobot telurnya 36-45 gram per butir.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. Andi Saenab selaku Koordinator KSPHP Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) yang dibuka oleh Ir Narta MSi selaku Kabag TU, mewakili Kepala Puslitbangnak.

Dalam sambutannya disampaikan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memasyarakatkan hasil inovasi teknologi Balitbangtan. Ayam KUB ini sudah tersebar di seluruh Indonesia. Bibit ayam KUB sudah tersebar diseluruh Indonesia. Dapat diperoleh di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) setiap Provinsi.

Harapannya ayam KUB ini lebih memasyarakat lagi sehingga bisa di budidayakan oleh masyarakat secara luas. Pada gilirannya kebutuhan protein hewani masyarakat seluruh Indonesia dapat tercukupi.

Kegiatan ini dilaksanakan secara online dan offline diikuti oleh 1000 peserta berasal dari peternak, mahasiswa, penyuluh, perguruan tinggi, swasta, peternak, praktisi dll. Peserta sangat antusias mengikuti BIMTEK tersebut terbukti dari banyak nya pertanyaan saat acara berlangsung terkait cara pemeliharaan , cara pemberian ,jumlah pakan dan cara memperoleh bibit, (REP)

Bagikan Berita ini