EnglishIndonesian

Puslitbangnak Laksanakan Pendampingan Teknis Budidaya Ayam KUB

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 08 April 2022.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) laksanakan pendampingan teknis budidaya ayam KUB pada 7 April 2022. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari diseminasi inovasi teknologi yang sudah dihasilkan. Ayam KUB adalah salah satu dari sekian banyak inovasi yang sudah dihasilkan dan disebarkan oleh Puslitbangnak.

Kepala Puslitbangnak diwakili oleh Dr. Andi Saenab menyampaikan maksud peaksanaan kegiatan untuk mencari solusi terkait tingginya harga pakan komersial dalam pemeliharan ayam KUB di Kab Serang. Untuk itu Puslitbangnak mengundang Sumalih pengusaha ayam KUB dari Jawa Tengah, dan Dewi Haryani, penanggung jawab Strata I ayam KUB dari BPTP Banten.

Drh. Suryo Kentjono selaku Kabid Dinas Peternakan Kabupaten Serang menyampaikan Permintaan ayam KUB semakin banyak tetapi stock yang ada di lapangan kurang. Hal ini merupakan peluang dalam pemasaran ayam KUB di Kab Serang. Kelompok Pamarayan yang diketuai oleh Anani Syarif, yang juga Ketua KTNA Kec Pamarayan telah dijadikan sebagai plasma dari pemeliharaan ayam KUB (Strata II).

Kegiatan ayam KUB Strata I di BPTP Banten masih ada dan masih berjalan serta masih melayani pembelian DOC oleh peternak ungkap Kepala BPTP Banten , Dr. Ismatul Hidayah.

Dewi Haryani penanggung jawab kegiatan ayam KUB di BPTP Banten menyampaikan tahun 2019 BPTP Banten menjual DOC ayam KUB sebanyak 25.000 ekor untuk disebarkan di Jawa Barat melalui program BEKERJA Jawa Barat .

Pengusaha ayam KUB Sumalih, yang juga Ketua Asosiasi aNAK aKUB Jawa Tengah dengan jumlah anggota 100 orang menyampaikan bahwa untuk menjadi Model Bisnis Ternak Ayam KUB minimal ada 6 kriteria. Kriteria tersebut adalah Peternak harus mempunyai Indukan; mesin tetas kapasitas minimal 1000; pembesaran; basis mitra; brand peternak KUB; Induk Market.

Kepala Balitnak Andi Baso Lompengeng Ishak menyampaikan “Balitnak memberikan bantuan ayam KUB-2 Janaka umur 2 bulan sebanyak 150 ekor kepada BPTP Banten untuk memulai peremajaan indukan”.

Selanjutnya, “ Perlu disusun SOP kunjungan. Hal ini untuk melindungi ternak ayam KUB dari bibit penyakit yang mungkin dibawa oleh tamu. . Kandang display adalah cara untuk mencegah tamu masuk ke kandang.” Untuk menyiasati harga pakan yang mahal perlu menanam jagung, yang akan dicampur dengan dedak. Kebersihan juga perlu diperhatikan”, ungkap Andi Baso.

Anani Syarif, Ketua Kelompok Ayam KUB Kab. Serang menyampaikan kegiatan ayam KUB di kelompok dimulai 2018 setelah Balitnak mengirim ayam KUB Murni usia 2 bulan untuk dikembangkan. Saat ini sudah ada 12 plasma di kelompok Pamarayan. Kelompok Pamarayan saat ini sudah memiliki Indukan sebanyak 750 ekor. Potensi bahan pakan jagung dan dedak di lokasi cukup melimpah dengan luasan 10 Ha dan belum dimanfaatkan secara maksimal.

Dr. Cecep Hidayat, peneliti pakan dari Balitnak menyampaikan pakan yang baik harus memiliki kandungan Protein 14-15 %. Estimasi komposisi pakan meliputi: 1. Jagung sekitar 25%, Tepung Roti yang bagus (kering dan tidak berjamur) 25-30%, Bungkil sawit maksimal 15%, Bungkil Kedelai lokal 10%, Konsentrat/ Sentrat di Pokphand 10-12 %, , Tepung ikan 10%, 7. Batu Gips 3-5%, Dedak pakai 15-20% , Azolla 14-16% dan Garam dan Premix sebesar 0,5 %

Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan secara on line melaui zoom dihadiri oleh Dr. Andi Saenab, Nandi Hendriana , Hasanatun Hasinah, S.Pt., MP , Rahmawati EP, Gresy Eva Thresia, S.Pt, M.Si , Drh. Eko Kardiyanto dan Bayu Arta Ramadhan, S.Pt (Puslitbangnak), Dr. Andi Baso L Ishak, Dr. Sony Sopyana, Dr. Cecep Hidayat, Komarudin, Asep Kurnia, (Balitnak), Dr. Ismatul Hidayah, Dewi Haryani, Iin Setyowati, (BPTP Banten), Hendril Heirul Riza, (BPTP Jawa Tengah), Drh. Suryo Kentjono, Hindarti, Murtala Akhmed, (Disperta Kabupaten Serang) Sumalih (aNAK aKUB Semarang), Iwan (Kudus), Niko, Reza Asyifa, Mukhyi (Semarang), Anani Syarif (Pamarayan Kecamatan Serang). (REP)

Bagikan Berita ini