EnglishIndonesian

Puslitbangnak Dukung Pengembangan BPP Model Kostratani

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 12 Agustus 2020.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Dr. Drh. Agus Susanto, M.Si. menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Model Kostratani, salah satu program Kementerian Pertanian yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Dukungnan tersebut disampaikannya saat mendampingi Kepala Badan PPSDMP Prof. Dr. Dedi Nursyamsi beraudiensi dengan Bupati Cianjur Herman Suherman di Pendopo Kabupaten Cianjur, Selasa, 11 Agustus 2020.

”BPP Model Kostratani ini berbasis TIK yang terkoneksi berbagai aplikasi pendukung didalamnya. Pendekatan TIK saat ini harus diterapkan dalam mengelola pertanian nasional sesuai dengan paradigma 4.0, terlebih disaat pandemik Covid-19 ini. Kita tidak akan bisa maju jika tidak menerapkan teknologi, dan teknologi akan dapat diterapkan secara baik dan efisien jika salah satunya didukung oleh TIK,” ungkap Kepala Puslitbangnak.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Badan PPSDMP, BPP Model Kostratani merupakan BPP yang dilengkapi dengan sejumlah sarana dan prasarana berbasis teknologi informasi dan komunikasi (komputer, modem, dan internet) dan terhubung dengan Agriculture War Room (AWR) Kementan.

Melalui AWR ini Menteri Pertanian akan memantau perkembangan pertanian di Indonesia, program yang sedang dijalankan, termasuk jumlah SDM pertaniannya "Nanti semua bisa terlihat di database yang sedang kita bangun. Untuk menuju kesana kita akan bangun Model BPP Kostratani di berbagai daerah," jelas Kepala Badan PPSDMP.

Kepala Badan PPSDMP juga menegaskan, Model BPP Kostratani yang dibangun tidak hanya menjadi contoh buat Jawa Barat, tapi juga secara nasional. "Negara kita sangat luas, perlu IT untuk menembus ruang dan waktu. Saat ini jika kita mau maka kita bisa terhubung langsung ke Papua dan Aceh. Makanya BPP harus diperkuat dengan IT dan terhubung dengan AWR di Kementerian Pertanian," katanya.

Sementara Bupati Cianjur Herman Suherman mendukung langkah Kementan yang membantu pertanian Cianjur. "Kita selalu support pertanian, tapi SDM makin berkurang. Teknologi kalau tidak ada SDM tidak akan berjalan. Mudah mudahan dengan hadirnya BPP Kostratani akan juga memberikan harapan untuk pertanian yang lebih baik lagi buat Cianjur, juga buat para petani," tuturnya.

Seusai beraudiensi dengan Bupati Cianjur, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi BPP Pacet dan BPP Cipanas sebagai model atau contoh membangun BPP Kostratani di Kabupaten Cianjur dan akan dijadikan sebagai percontohan untuk membangun BPP Kostratani di seluruh pelosok tanah air.

Turut dalam rombongan antara lain Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Dr. Idha Widi Arshanti, Kepala Balithi Dr. Rudy Soehendi, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura Cianjur Mamad Nano dan Kepala Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Puslitbangnak. Dr. Andi Saenab. (NH)

Bagikan Berita ini