EnglishIndonesian

Puslitbangnak – BPPT Jalin Kerja Sama Kaji Teknologi Peternakan Dukung Climate Smart Livestock

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 06 Mei 2021.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) Balitbangtan pada tanggal 5 Mei 2021 sepakat menjalin kerja sama dengan Pusat Teknologi Produksi Pertanian (PTPP), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Kepala Puslitbangnak Dr. drh. Agus Susanto, M.Si. dan Direktur PTPP Dr. Ir. Dudi Iskandar, M.For.Sc. serta disaksikan oleh Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Dr. Ir. Soni Solistia Wirawan, M.Eng.

Penandatangan kerja sama yang dilaksanakan di Aula Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi BPPT di Puspitek, Tangerang Selatan tersebut dihadiri pula oleh Koordinator Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Dr. Andi Saenab dan beberapa peneliti terkait. Kerja sama yang ditandatangani tersebut bertujuan untuk pengkajian teknologi peternakan guna mendukung Program Climate Smart Livestock, meliputi sharing fasilitas dan peneliti.

Kepala Puslitbangnak menyatakan bahwa kunci menghadapi tantangan di era 4.0 adalah inovasi tiada henti dan untuk mewujudkannya dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Diungkapkannya pula penandatanganan ini merupakan wujud kolaborasi di era 4.0 yang merupakan kebutuhan dimana dengan kerja sama ini dapat saling berkolaborasi. Pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan sinergisme untuk terus berkarya.

“Melalui kolaborasi dapat meningkat kelebihan dan menekan kekurangan untuk kemajuan bangsa dengan semangat untuk negara. Saya yakin (kita) dapat membangun kerjasama ini dengan sebaik baiknya, karenanya Puslitbangnak menyambut baik kerja sama ini,” ujar Dr. Agus.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang TAB BPPT yang mengatakan kerja sama ini merupakan cerminan bahwa koordinasi adalah sesuatu yang penting. Dikatakannya hasil inovasi yang dilakukan lembaga litbang harus sampai ke hilir dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Itu semua harus melibatkan ekosistem yang terdiri dari berbagai mitra kerja. “Kita tidak bisa bekerja sendiri karenanya diperlukan super team,” ujarnya.

Dr. Soni juga menyampainya bahwa banyak kegiatan yang telah dilakukan bersama antara BPPT dengan Puslitbangnak. Saat ini tidak ada kegiatan individual, yang ada adalah kolaborasi antar lembaga dengan output yang jelas dan sasaran yang jelas. “Itulah pentingnya kolaborasi dan kerja sama, diharapkan bisa berkembang menjadi bermanfaat bagi masyarakat banyak. Semoga nota kesepahaman yang baru ditandatangani dapat menghasilkan inovasi dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (REP/NH)

Bagikan Berita ini