EnglishIndonesian

Potensi Jawawut Papua Sebagai Bahan Pakan Pengganti Jagung

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 09 September 2016.

Jawawut atau foxtail millet Papua atau pokem (nama lokal) merupakan salah satu bahan pokok pengganti beras dan biasa dikonsumsi oleh masyarakat serta berpotensi sebagai sumber pangan alternatif untuk mendukung ketahanan pangan di Papua.

Jawawut Papua merupakan salah satu komoditas pangan lokal sejenis biji-bijian yang dapat mensubstitusi jagung. Kandungan karbohidrat dalam jawawut Papua cukup tinggi sebesar 83,99% .

Hasil studi beberapa literatur melaporkan bahwa jawawut merupakan salah satu serealia penting di dunia yang digunakan sebagai pangan, pakan dan mempunyai kualitas gizi yang tinggi dan mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang memiliki banyak manfaat.

Seiring berkembangnya waktu dan kondisi saat ini, menunjukkan bahwa tingginya tingkat kesukaan masyarakat dalam mengkonsumsi beras sebagai bahan makanan pokok memberikan peluang besar bahwa jawawut Papua dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan sumber energi.

Papua mempunyai areal lahan kering yang potensial untuk pengembangan tanaman jawawut, karena agroekosistem Papua sangat cocok untuk komoditas tersebut dan didukung lahan kering seluas 4.329.546 ha. Jika lahan kering tersebut dimanfaatkan untuk budidaya tanaman dan apabila sekitar 10% dari total luas maka dapat diestimasi bahwa luas lahan yang bisa digunakan untuk pengembangan jawawut sekitar 432.955 ha. Data di lapangan menunjukkan bahwa produktivitas tanaman jawawut Papua sangat berpeluang besar untuk dapat dikembangkan (BPTP Papua. 2006, Peta pewilayahan komoditas (AEZ) Provinsi Papua ).

Dari jenisnya jawawut Papua atau pokem terdiri atas 5 (lima) genera yaitu Panicum, Setaria, Echinochloa, Pennisetum dan Paspalum, semuanya termasuk ke dalam famili Paniceae, jenis yang paling sering ditemukan di Biak Papua tergolong dalam spesies Setaria italica.

Identifikasi di lapangan menunjukkan bahwa dari beberapa jenis yang ada dan umumnya sering ditanam serta dijumpai di lokasi yaitu jawawut Papua yang berwarna kuning kecokelatan dan jenis cokelat kehitaman.

Evaluasi nilai nutrisi dan antinutrisi menunjukkan bahwa jawawut Papua sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan. Teknologi budidaya dan evaluasi nilai nutrisi dan antinutrisi serta manfaatnya sebagai pakan alternatif belum banyak dilakukan.

Kajian awal menunjukkan bahwa jawawut Papua mengandung bahan kering (88,37%), abu (0,86%), protein (12,07%), lemak (2,76%), serat kasar (1,93%) dan energi metabolis (3.139 kkal/kg), selain itu mengandung antinutrisi (3,07% fitat dan 0,01% tanin).

Penggunaan jawawut pada berbagai taraf (25-100%) dalam pakan dapat menggantikan jagung dan memberikan respon positif terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan harian, konversi pakan, komposisi dan persentase karkas serta produksi telur. Dapat disimpulkan bahwa jawawut Papua dapat digunakan sebagai bahan pakan pengganti jagung dalam pakan unggas. (AHM)

Sumber: WARTAZOA Vol. 25 No. 3 Th. 2015 Hlm. 117-124 DOI: http://dx.doi.org/10.14334/wartazoa.v25i3.1156

Bagikan Berita ini