EnglishIndonesian

Peningkatan Fertilitas Sapi Potong Betina

Kategori: Informasi Aktual Diunggah Pada: 02 September 2021.

Drs Lukman Affandy, peneliti di Loka Penelitian Sapi Potong menyampaikan, Sistem reproduksi pada sapi potong betina memegang peranan penting dalam perkembangan peternakan di Indonesia. Sapi yang sehat dan mempunyai sistem reproduksi yang bagus akan melahirkan pedet/anak setiap tahunnya.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam manajemen pemeliharaan sapi betina, diantaranya pemilihan calon induk yang bagus, manajemen perkawinan, penanganan kebuntingan, kelahiran dan laktasi serta penanganan gangguan reproduksi induk.

Mengingat pentingnya faktor pemilihan sapi calon induk dan pemeliharaannya Loka Penelitian Sapi Potong melaksanakan Bimbingan Teknis dengan topik “Peningkatan Fertilitas Sapi Potong Betina” secara online melalui ZOOM Meeting, beberapa waktu yang lalu (6 Agustus 2021).

Kegiatan BIMTEK dibuka oleh drh. Dicky Mohammad Dikman, M.Phill. selaku Kepala Lolit Sapi. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan pemateri oleh Drs. Lukman A dan dimoderatori oleh drh. Yeni Widyaningrum.

Menurut Lukman Affandy kualitas sistem reproduksi sangat penting bagi kelanjutan keturunan suatu jenis hewan. Untuk itu dalam pemilihan bibit yang akan dijadikan sebagai calon induk harus memenuhi beberapa syarat diantaranya: memiliki kemampuan beranak setiap tahun, memiliki bobot badan diatas rata-rata, skor kondisi tubuh 5-7 (skala 1-9), tulang pinggul; ambing; dan putting besar, serta memiliki mothering ability yang baik.

Selain pemilihan induk yang bekualitas, fertilitas sapi betina juga harus didukung dengan manajemen yang baik dimulai dari manajemen perkawinan, kebuntingan, kelahiran dan masa laktasi. Selama periode laktasi asupan pakan yang diberikan pada induk harus lebih tinggi, sehingga tidak terjadi malnutrisi selepas masa kelahiran.

Lukman A. juga mengungkapkan bahwa gangguan reproduksi pada sapi bermacam-macam, diantaranya distokia/kesulitan melahirkan, retain placenta/plasenta tertinggalprolap (uterus menggantung/keluar), hypofungsi ovari, dan abortus.

Pada akhir sesi pemaparan materi, Drs. Lukman A. menyebutkan bahwa Lolit Sapi saat ini telah menggembangkan aplikasi “SICEBUN” yaitu Sistem Informasi Deteksi dan Pencatatan Sapi Bunting Berbasis Android, aplikasi “SICEBUN” sudah tersedia dan dapat di download melalui Playstore. Harapannya dengan adanya aplikasi tersebut dapat membantu peternak dalam mengatur perkawinan pada sapi, sehingga sapi betina dapat dikawinkan diwaktu yang tepat dan dapat meningkatkan keberhasilan kebuntingan pada sapi.

Pemaparan oleh materi disambut baik oleh peserta hal tersebut terbukti dari banyaknya peserta yang antusias mengajukan pertanyan pada sesi tanya jawab, tercatat ada lebih dari 30 pertanyaan yang diajukan. Bimtek diikuti oleh 278 peserta dari berbagai latar belakang pekerjaan yang berbeda, baik dari peneliti, penyuluh, petugas inseminator dan peternak. (REP/SI)

Bagikan Berita ini